Sunday, August 21, 2005

Romance Of Their Own

Image hosted by Photobucket.com

Romance Of Their Own

cast : Jo Han Seon, Kang Dong Won, Lee Cheong

Story :
Country girl Han Kyung's life undergoes a drastic turmoil after she moved to Seoul to share more time with her beloved mother. It doesn't take long before trouble comes her way in the form of flying shoe thrown by the most adored dandy of Han Kyung's district- Bahn Hea Won. Swept away by the girl's disarming charm, Bahn Hea Won soon finds himself asking for her hand. The appearance of another suave Romeo called Jung Tae Sung adds the finishing touches to the classic two-guys-struggle-for-one-girl theme of this memorable silver screen delight. Tune in to all romantic fun and discover for whom Han kyung's heart is really beating for.

Comment :
Aaahhhh....gua demen banget deh sama nih film. Lebih tepatnya gua demen sama Jo Han Seon-nya.Eh tapi serius kok, nih film keren. Awal - awalnya khas film remaja. Ngegambarin suasana yang serius tanpa kehilangan unsur lucunya. Tapi makin ke belakang, nih movie makin serius dan kemudian malah sedih. Perpindahan suasananya smooth, jadi gak kerasa aneh. Salut buat Kang Dong Won. Menurut gua,aktingnya paling menonjol di antara aktor/aktris lainnya. Dia bisa memerankan karakter Tae Sung yang dari luar terlihat ceria tapi di dalam gloomy dengan pas.Trus akting Jo Han Seon dengan gayanya yang cuek dan slenge'an bikin jatuh cinta deh (walo akting Kang Dong Won masih lebih berkesan).Gua suka endingnya. Gak se-cemen ending film - film sejenis. Dan di akhir film, setelah dibuat terharu, penonton dibuat nyengir (lagi) dengan kedodolan si Tae Sung.Pokoknya, kalo mo nonton film korea yang gak lelet, menyegarkan tapi juga touching, nonton film ini deh! Recommended deh!

Rating : 9/10

Nuna, in our next life don't be my sister. You can be really really ugly just please don't be my sister.

Sunday, August 7, 2005

Sassy Girl, Chun Hyang




Image hosted by Photobucket.com

Story :
Myong Ryong (Jae Hee),anak berandalan putra seorang kepala polisi yang baru pindah ke Namwon. Hal pertama yang ditemuinya justru terlibat masalah dengan Chun Hyang (Han Chae Young), Seorang murid teladan yang ternyata teman sekolahnya di smu-nya yang baru.
Dikarenakan suatu kesalah pahaman , juga desakan orang tua dan sekitar, Myong Ryong dan Chun Hyang menikah secara kontrak. Banyak kesalah pahaman terjadi selama pernikahan mereka. Mulai dari Myong Ryong yang pada awalnya mengira dia menyukai Chae Lin dan kemudian menyadari yang benar - benar disukainya adalah Chun Hyang. Sayangnya saat itu, Chun Hyang justru lagi di p-d-k-t-in oleh seorang "Ajussi" (atawa paman) yang tajir dan menang segala-galanya di atas Myong ryong (kecuali tampang sih). Di saat mereka sudah mengakui perasaan masing - masing da kebahagiaan tampak begitu dekat, terjadi suatu peristiwa yang membuat mereka musti membuktikan bahwa : love is such an unselfish thing!

Image hosted by Photobucket.com

Comment :
Hum....awalnya sih gua sempat underestimate dgn serial ini. Gua anggap paling gak beda dengan cerita kawin kontrak sejenis macam Full House ato Cat On The Roof. Yah ternyata gua salah. Emang seperti Full House, tapi lebih bagus & berisi. Lebih touching dan pake feeling maksudnya.Sanggup membikin mata gua berkaca - kaca. Pokoknya nih drama gua masukin sebagai salah satu favorit deh.
Gua juga lebih suka soundtrack nya Chun Hyang sih daripada Full House (yang sebenarnya merupakan salah satu alasan kenapa gua lebih milih CH).
Btw Indosiar bakal menayangkan serial ini mulai tanggal 17/8/05. Gantiin Lover In Paris yang udah mo abis. So...kalo loe gak ada kerjaan di jam 5 sore, mending pantengin Indosiar hari senin-jumat.
Gak rugi kok

Saturday, May 14, 2005

The Untold Scandal

Pernah dengar film ini? nih film termasuk film ero-nya korea. Ceritanya sih rada biasa tp aktornya yang gak biasa. Tak lain tak bukan Bae Yong Jun yang juga bintang dari drama seri Hotelier dan Winter Sonata. Yang bikin heboh, BYJ ini punya reputasi alim, eh tau-tau dia mau main adegan ero,naked pula(ya jelas dong ya!).
G gak tau sih gimana reaksi kebanyakan fansnya. Tapi gua kenal beberapa fans BYJ yang jadi ilfil gara-gara nonton Scandal. Gua malah ampe punya 3 dvd scandal karena dikasi ama mereka yang emoh menyimpan. Yee pdhl gua kan juga emoh. Jadi tuh dvd gua kasi ke yg lain juga, sampe tinggal 1 & gua bingung kasi siapa.
Trus iseng-iseng gua tunjukkin ke nyokap,soalnya dia demen ama BYJ. Tak dinyana beliau malah demen. Ampe 2x nonton pula

Friday, April 1, 2005

Love Story In Harvard



Cast :
Kim Rae Won as Kim Hyung Woo
Image hosted by Photobucket.com

Kim Tae Hee as Li Su In
Image hosted by Photobucket.com

Lee Jung Jin as Hung Jung Min
Image hosted by Photobucket.com

Kim Hyun Woo dan Hung Jung Min memiliki beberapa persamaan yang membuat mereka bersaing. Keduanya mahasiswa Korea yang bersekolah di Harvard Law School, sama - sama memiliki otak yang cerdas dan kemampuan analisis kasus yang cerdik. Mereka juga sama - sama jatuh cinta pada Li Su In, mahasiswi Harvard Medical School.
Hyun Woo yang periang dan tulus lebih menarik hati Su In dan mereka pun mulai berpacaran. Sayangnya hubungan mereka tak bertahan lama. Su In mempunyai impian bekerja dalam misi kemanusiaan di Afrika dan membuatnya musti berpisah dengan Hyun Woo.

Tiga tahun kemudian, suatu kasus tentang pencemaran lingkungan melawan sebuah perusahaan Amerika membuat Hyun Woo kembali bertemu dengan Jung Min yang merupakan pengacara pihak lawan. Persaingan lama yang sempat terlupakan di antara mereka kini dimulai lagi. Kasus itu juga mempertemukan Hyun Woo dengan Su In yang bekerja sebagai dokter di rumah sakit korban pencemaran.

Tak mudah menyambung kembali hubungan yang pernah terputus. Mulai dari kesalah pahaman, rasa gengsi dan tentangan orang tua Hyun woo menghambat hubungan Hyun Woo - Su In. Di saat kebahagiaan sudah dekat, mereka musti menerima kenyataan pahit. Su In menderita leukemia yang sukar disembuhkan. Di pihak lain, Hyun Woo juga musti berjuang memenangkan kasusnya di pengadilan melawan Jung Min yang sama sekali bukan pertarungan yang mudah.

Sebelum loe bikin kesimpulan apa pun soal endingnya, gua musti peringatkan kalo ini drama korea lho! Yang demen bikin cerita happy end, sad end bahkan juga menggantung! Terus Love Story In Harvard termasuk yang mana? Hehehe...nonton ndiri aja deh

Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com

Berhubung Rizal kuliah di Harvard Medical School (HMS), maka tuh kampus termasuk kampus tersering ke-2 yang gua datangin (yang pertama jelas kampus sendiri donk ). Dan nih drama seri membawa kembali kenangan gua ke saat - saat itu. Berbagai sisi Harvard ditonjolkan di sini, mulai dari Harvard Book Store, Harvard Square bahkan sampai Library nya (yang merupakan tempat nongkrong favorit sembari nungguin Rizal kuliah ). Padahal dari info yang gua baca, nih serial syutingnya di California dan bukannya di Boston tempat Harvard berada. Tapi mereka lumayan sukses membangun setting yang mirip (tapi gua gak pasti juga sih dengan kemiripan setting pada Harvard Law School, soalnya gua belum pernah masuk ke sana, yang bisa gua pastiin kemiripannya sih cuma setting taman-nya, sisi dalam Harvard Square, sama sepintas - sepintas isi HMS).

Sejujurnya faktor Harvard ini lah yang awalnya bikin gua tertarik buat nonton . Soalnya suasananya terasa familiar aja (sama senangnya lah dengan liat film asing yang mengambil setting di Indonesia). Gak ada yang baru - baru amat di drama ini. Cuman kisah sepasang muda - mudi yang bertemu di kampus dan masalah - masalah yang menyertainya. Biasa banget kan?

Trus juga nih drama tipikal Korea banget. Contohnya banyak adegan papasan (gua gak tau deh gimana namainnya ). Itu lho dimana saat si cewek tiba di suatu tempat, pas banget cowoknya baru pergi.Yang lebih nyebelin, adegan yang menunjukkan mereka sebenarnya papasan di jalan tapi keduanya gak ngeh karena ngeliat ke arah lain. Pokoknya tipikal adegan yang membuat gua pengen getok script writernya lah ! Trus 1 lagi yang bikin jadi tipikal Korea, di drama seri ini kembali ada penyakit leukemia. Kenapa sih orang korea tuh demen amat masukin nih penyakit dalam drama seri mereka? Pilih sesuatu yang beda donk!

Tapi, kenapa gua betah nonton ampe abis? Jawabannya: udah telanjur sih!
Hehehe...gak deng, becanda! Soalnya episodenya pendek (cuman 16, lbh dr itu pasti gua tinggal ), trus juga nonton nih drama terasa ringan dan lempeng aja. Gak ribet, gak mainin emosi. Tokohnya juga gak ada yang jahat banget macam sinetron ato telenovela. Dan...soundtracknya bagus!!!

Jadi overall, lumayan menghibur kok, cuman enakan nonton pake metode ff kali ye!

Image hosted by Photobucket.com

Monday, March 28, 2005

If Only

Image hosted by Photobucket.com

He loved her like there was no tomorrow

Bagaimana rasanya kalau orang yang kita cintai meninggal di hadapan kita tanpa kita sempat berbuat apa pun untuk menolongnya? Dan seandainya kita diberi kesempatan untuk mengulang sehari terakhir bersamanya, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal yang sama terulang? Pertanyaan inilah yang dihadapi Ian Wyndham (Paul Nicholls), seorang eksekutif muda yang ambisius. Walaupun dia sangat mencintai Samantha (Jennifer Love Hewit), tapi fokus utama adalah karirnya. Dia juga bukan tipe romantis yang peduli dengan segala detail kecil tentang Samantha. Dia bahkan lupa dengan konser kelulusan Samantha (yang telah ditunggunya selama 3 tahun) kalau tak diingatkan oleh gadis itu.

Sampai akhirnya mereka berpisah setelah bertengkar sengit karena Samantha merasa dia hanyalah prioritas kedua untuk Ian. Sayangnya itu adalah pertengkaran terakhir mereka, karena tepat di depan matanya, Ian menyaksikan taxi yang ditumpangi Samantha bertabrakan dengan sebuah mobil. Ian yang sangat terpukul kembali ke rumahnya dan membuka diary Samantha. Disitu ditemukannya lagu ciptaan Samanta yang didedikasikan untuk Ian, tapi tak pernah berani ditunjukkan gadis itu karena takut Ian akan menertawainya.

Dengan penuh penyesalah Ian tertidur. Bayangkan betapa terkejutnya dia sewaktu pagi besoknya mendapati Samantha tidur di sebelahnya. Dengan cepat Ian menyadari kalau waktu telah terulang kembali. Tapi ada sedikit perbedaan dengan hari kemarin (detail - detail kecil yang awalnya gak dianggap penting oleh penonton, so watch this carefully). Sudah pasti Ian berusaha mencegah hal yang sama terulang kepada Samantha, tapi dengan cepat Ian menyadari kalau dia tak bisa mencegah takdir. Dia hanya bisa membuat hari terakhir mereka sebagai hari yang paling mengesankan.

Awalnya sih gua gak berharap banyak sama film ini. Soalnya banyak yang rekomendasiin nih film ke gua dan kalo kayak gitu biasanya gua jadi males nonton (contohnya aja ya "The Notebok"). Tapi gua mengakui kalo gua salah. Film ini termasuk salah tipe yang worth to watch lah.

Gua suka sama endingnya yang gak terduga (walopun sekian menit sebelum klimaks, akhirnya loe bisa nebak sih, tapi di awal pasti gak diperkirakan ) .
Trus juga, gua suka sama aktornya, Paul Nicholls. Sekilas pandang sih biasa aja, dua kilas pandang juga masih biasa aja. Waktu 3 kilas udah mikir oh lumayan lah , waktu 4 kilas berpikiran : eh..rada mirip Jude Law ya walo masih cakepan Jude Law , dan setelah sekian kilas pandang : Cakep juga ya!!

Cuma ada 1 hal yang gua sayangkan dari film ini : Kenapa aktris nya musti Jennifer Love Hewitt??? Kayak gak ada yang lain aja. Masalahnya keliatan kurang cocok. Si Hewitt keliatan ketuaan buat Paul Nicholls.

Yah nih film ngajarin 1 hal yang sama dengan yang digembar gemborkan Ronan Keating lewat lagunya : Tell to someone that you love what you're thinking of if tomorrow never comes.

Wednesday, January 12, 2005

Baghban

Ini judul film India. Kemarin nonton bareng nih film di kostan. Huaa...nih film mengharukan deh. Ceritanya tentang Raj Maholtra (Amitabh Bachan) dan istinya , Pooja, (Hema Malini) yang melakukan segalanya demi kebahagiaan ke-4 anak mereka. Bahkan mereka merelakan dana pensiun mereka untuk membayari uang muka cicilan mobil anak mereka (padahal mereka sendiri gak punya mobil). Akibatnya pas pensiun, mereka gak punya dana. Dan mereka berniat menumpang di rumah salah 1 anak mereka. Gak disangka, tak ada 1 anak punya yang sudi menerima orang tua mereka dengan alasan ngerepotin. Tapi jelas gak enak nolak terang-terangan. Karena itu dibikinlah rencana. Selama 6 bulan, sang ayah akan tinggal bersama anak pertama dan ibu tinggal bersama anak kedua. Setelah 6 bulan, ayah bakal tinggal bersama anak ke-3 dan ibu bersama anak ke-4. Mereka sengaja merencanakan ini dengan harapan orang tua mereka menolak. Tak disangka, Raj dan Pooja malah setuju (sebenarnya sih Pooja doang yg setruju. Raj-nya gak mau)





So berpisahlah sepasang suami istri yang sudah menikah selama 40 tahun itu. Sedih banget liatnya waktu mereka packing barang masing-masing. Pas diem-diem mereka bawa naro foto yang lainnya dalam tas. Di tempat masing-masing, baik Raj maupun Pooja sedih mulu. Anak mereka gak peduli, sementara si menantu judes banget. Yang care palingan cuma cucu mereka. Tapi...bisa apa sih seorang cucu melawan orang tuanya? Dan yang paling sedih, karena Raj dan Pooja musti tidur terpisah. Padahal selama 40 tahun, gak pernah sekalipun mereka berpisah. Akhirnya setelah 6 bulan, mereka gak tahan juga. Tepat di hari anniversay mereka, Raj dan Pooja memutuskan bertemu di stasiun kereta yang menjadi awal kisah mereka. After that, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah mereka di desa, walo masih no idea gimana mereka bisa mengongkosi hidup sehari-hari.

Tanpa disangka, Raj dan Pooja bertemu Alok, anak angkat mereka yang beberapa tahun terakhir ini tinggal di London. Sejak kembali ke India, Alok selalu mencari keberadaan orang tua angkatnya, bahkan berkali-kali mengunjungi rumah mereka di desa dan tiap hari menelpon ke rumah tapi tanpa hasil. Dan Alok pula lah yang mengajak orang tua yang sangat disayanginya dan bahkan dianggapnya sebagai tangan Tuhan itu untuk tinggal bersama.

Udah selesai gitu aja? Wah enggak donk. Masak iya, gak ada pembalasan buat ke-4 anak durhaka itu? Dan ada alasannya kenapa film ini dikasin judul Baghban. Nih film bukan bercerita tentang cinta menggebu sepasang muda mudi, tapi tentang cinta tak terbatas dan pengorbanan orang tua kepada anaknya dan dibalas dengan tak layak. Gua lebih suka film dengan tema keluarga kayak gini ato friendship daripada yang tentang cinta. Bosen aja! Yang bagus juga, nih film gak ada adegan gak pentingnya (kecuali dancing & singing khas India). Setiap adegan nunjukkin betapa susahnya Raj dan Pooja karena berpisah. Trus juga, pemunculan Alok yang gak mengganggu jalan cerita. karena di awal film ditunjukkin Alok yang menelpon orang tuanya tepat di anniversary ke-40 buat ngucapin selamat. Ini nunjukkin klo Alok gak pernah ngelupain orang tuanya meskipun jauh. Makanya gak terasa aneh waktu di pertengahan film, Alok tiba-tiba muncul lagi.

Nonton film ini banyak yang bisa dipetik. Yang paling kental yah jangan durhaka sama orang tua lah. Dan gua berdoa, mudah-mudahan Allah SWT gak ngebiarin gua jadi anak durhaka kayak gitu . Trus gak selamanya darah lebih kental daripada air. Buktinya Alok lebih peduli sama orang tuanya daripada ke-4 anak kandungnya. Dan musti ingat, yang namanya karma itu emang ada.

Yang paling heboh, gua nangis donk. Bikin anak-anak jadi kaget . Dewi nangis? Yang dicurigai saluran air matanya dah kering? Cuma gara-gara film kayak gini? Mending klo cuma berkaca-kaca, ini mah banjir. Hahahaha...belum tau aja mereka. Gua kan emang paling lemah sama film dengan tema kayak gini. Wong satu-satunya film yang bikin gua juga banjir (dulu wkt ROTK cuma berkaca-kaca doang) pas nonton.film indonesia jaman jebot yang judulnya : Ayah. Jadi kangen papi lagi abis nonton Bachban.

Monday, January 3, 2005

Film Korea Lagi....


Pas libur kemarin, dapat banyak kiriman film korea dari Blu3. trus dia berpesan, gua musti utamain nonton Everybody has secrets sama My Crazy first love dulu. G ampe penasaran. Mang ada apa dengan 2 film itu?

Ternyata 2 film itu...BIASA BANGET!!!!

Yang Everybody has Secrets malah jelek!!! Ceritanya mirip sama About Adam. Tentang 2 cewek yang bersaudara dan menjalin hubungan dengan cowok yang sama. Padahal mereka sama-sama tau klo si cowok itu tunangan adik bungsu mereka. Aduh...nonton versi hollywoodnya aja gua dah boring abis! Apalagi nonton versi korea-nya. Heran..kok banyak yang bilang bagus sih???

Trus yang kedua, My Crazy First Love sama aja ngaconya. Sebenernya sih dari segi cerita lumayan lah. Tentang Tae Il yang cinta mati sama sobatnya dari kecil, Il Mae. Trus dia ngelakuin segala cara buat dapatin Il Mae, termasuk belajar keras supaya bisa masuk Seoul National University. Tapi akhirnya dia musti nerima kenyataan klo il Mae toh gak bisa jadi miliknya forever. Cuman gua gak nahan sama akting Cha Tae Hyun yang berlebihan banget!!! Intinya mah, 2 film di atas bukan recommended deh!!