Saturday, February 25, 2012


Data Film
Director: Michael Sucsy
Writers: Jason Katims, Abby Kohn, Stuart Sender, Marc Silverstein
Stars: Rachel McAdams, Channing Tatum and Sam Neill
Genres: Drama | Romance
Motion Picture Rating (MPAA) : Rated PG-13
Language: English
Release Date: 16 February 2012 (Indonesia)
Filming Locations: Chicago, Illinois, USA

"Life's all about moments of impact, and how they change our lives forever. But what if one day you could no longer remember any of them?"
 (Leo)
Itu pertanyaan yang harus dijawab pasangan Paige (Rachel McAdams) dan Leo (Channing Tatum) setelah dihadapkan pada suatu  kecelakaan fatal yang merenggut ingatan Paige.

Paige bukan hanya melupakan perseteruan dengan keluarganya selama 5 tahun terakhir dan perubahan karirnya dari seorang calon pengacara menjadi pemahat. Yang lebih parah, dia melupakan segala hal tentang Leo mulai dari pertemuan, pacaran hingga pernikahan mereka. Dan yang bikin makin pedih buat Leo, karena ingatan Paige justru terhenti di masa ketika Paige masih bertunangan dengan Jeremy (Scott Speedman).
“Everything that I fell in love with is still there." "I need to make my wife fall in love with me again"
-Leo-
Begitulah keyakinan Leo. Sumpah sucinya kepada Paige di hadapan Tuhan sewaktu pernikahan mereka dan keyakinan bahwa Paige yang dicintainya masih ada dalam diri gadis itu membuat Leo bertekad untuk membuat istrinya jatuh cinta sekali lagi dengannya.
Segala cara dilakukan Leo, mulai dari membawa Paige ke tempat pertama kali mereka bertemu, mengingatkan Paige pada segala kebiasaan dan janji-janji mereka hingga berdamai dengan keluarga Paige walau pun sadar kalau keluarga gadis tersebut tidak menyukainya.
“How do you look at the woman you love, and tell yourself that it's time to walk away?"
-Leo-
Namun sampai kapan Leo mampu bertahan dalam suasana seperti ini? Apalagi keluarga Paige tidak merestui hubungan mereka dan malah berusaha mendekatkan Paige dan Jeremy. Di lain sisi ada Jeremy yang masih berharap pada Paige. And on top of that, fakta bahwa saat Paige terbangun, dia kembali ke fase saat dia (merasa) masih mencintai Jeremy. Leo sadar bagaimana perasaan Paige yang sebenarnya ke Jeremy. "I know you love him cause that's the way you used to look at me," kata Leo. Dia juga sadar bahwa sementara dia terus mencintai Paige, namun bagi Paige dia hanyalah orang asing. Dan karenanya, Paige berhak memulai hidup baru dengan cerita yang juga baru.
Dengan alasan itulah, Leo pun memutuskan keluar dari hidup Paige.

Apa keadaan membaik untuk Paige?
Ternyata tidak juga.
Paige menemukan rahasia besar yang dipendam orang tuanya sekaligus alasan dia meninggalkan keluarganya 5 tahun lalu.
And then she start questioning her memories, whether the ones she still remembers are the truth or not. She also realizes that her lost memories are part of her life too therefore she can't deny its existencies. That's why Paige's trying to regain her lost memories for the past 5 years or at least to start her life again right where she left off, including things regarding with Leo, her vow to him and their love.
“You can’t remember how we fell in love. You get to experience it all over again.”
-Leo-
Ide cerita The Vow sebenarnya biasa saja, cenderung pasaran malah. Cerita orang amnesia bukan pertama kali ini ada. Dialognya pun standar, dalam arti bukan yang baguuusss banget sampai patut dikenang tapi juga gak over cheesy.

Endingnya juga sudah terprediksi. Kalau pernah baca novel Harlequin jadul karangan Rebecca Winters yang berjudul Undercover Baby, nah you pretty much got the idea about The Vow's ending.
Malah khusus untuk film ini, saya kurang puas dengan endingnya atau lebih tepatnya dengan cara film ini berakhir. Terasa agak diburu-buru aja dari sejak Paige menemukan rekaman pernikahannya dengan Leo. Coba adegan penutupnya ditambah 5-10 menit lagi, pasti lebih berkesan.

Tapi saya suka chemistry Chaning Tatum dan McAdams, somehow bisa dipercaya kok kalo mereka memang couple. Dan anehnya saya jadi suka lho sama 2 aktor/aktris ini. Padahal sebelumnya, saya bukan fans mereka dan gak pernah tertarik nontonin film-film mereka.
Saya juga suka dengan latar belakang kota Chicago di musim saljunya yang cantik banget. Dan suka banget dengan music scoring dan soundtrack filmnya yang bagus dan kena banget.

So...to summarize, ini memang film yang cocok banget ditonton untuk Valentine. Good, not great, but at least give you a good feeling about it. And also entertaining for both eyes and ears.

Rating tiga bintang untuk storyline, tapi naik jadi 4 bintang karena setting dan soundtracknya yang keren.

The Vow :

Paige : "I vow to help you love life, to always hold you with tenderness, and to have the patience that love demands. To speak when words are needed, and to share the silence when they're not. To agree or to disagree on red velvet cake, and to live within the warmth of your heart and always call it home."

Leo : "I vow to love you. And no matter what challenges might carry us apart, we will always find a way back to each other. I vow to fiercely love you in all your forms now and forever. I promise to never forget that this is a once in a lifetime love."

Thursday, February 9, 2012

Goelali

Tampak Depan
Jadi Goelali ini salah satu restoran yang ada di Cihampelas Walk (CiWalk), Bandung. Awalnya milih karena liat suasananya yang cozy dan gak terlalu rame. Dan senang karena ternyata ndak salah pilih.

Es Teh Manis
Untuk minum, kami kompak pesen Es Teh Manis. Dan sumpah ya, hanya dengan Rp 4500,- porsinya gede banget. Gak rugiii. Saya ini kan termasuk tukang minum (bisa deh saingan sama Onta). So tiap makan di mana pun saya selalu pesan minuman 2 gelas, kadang malah 3 gelas hanya untuk 1 porsi makanan. Tapi di Goelali ini puassss. Hanya dengan 1,5 gelas es teh pun sudah cukup. Dan yang lebih bikin senang lagi, manisnya pas. Dalam arti, gak terlalu manis sehingga saya gak mesti khawatir dengan meningkatnya kadar glukosa saya nanti. Tahu sendiri dong, nasi aja punya kadar glukosa yang tinggi. Belum lagi kalau ditambah dengan minuman manis macam es teh manis ini. Waduuuhh...gak kebayang deh :s.


Petualangan kuliner kami dimulai dengan tahu goreng ini (yang mana saya lupa namanya XP). Rasanya sih enak; garing dan asinnya pas. Tapi yang lebih enakkin adalah sambel cocolnya. Disediakan 2 pilihan yaitu sambal kecap dan sambal tomat. Nah yang saya doyan ya sambal tomatnya ini. Pedesnya pas dan tomatnya kerasa segarnya.


Menu selanjutnya adalah bakso ceker. Wooaaa.....cekernya mantap. Gede dan gurih. Baksonya pun enyaakkk. Bakso uratnya terasa banget kenyal-kenyalnya. Dan gak kerasa ada pengawetnya lhooo soalnya bakso ini emang bikinan sendiri. Trus gak berasa kayak semangkok vetsin. Saya tuh suka males makan bakso abang-abang karena vetsinnya kerasa banget >.< . Tapi saya gak punya keluhan serupa dengan bakso-nya Goelali


Untuk menu utama, kami pilih Nasi Timbel. Menu yang satu ini sih rasanya standarlah. "Rasa" daun pisang pada nasi-nya kurang nampol. Tapi ayam gorengnya enak, perkedel jagungnya juga enak. Jadi kekurangan di nasi-nya itu bisa dimaafkan.


Menu dessert pilihan kami adalah Pisang Coklat Keju yang mana pisangnya enaaaaakkkk karena kematangan pisangnya pas. Kadang masalahnya dengan menu seperti ini tuh terletak di pisang, entah kematangan jadinya si pisang benyek ato masih agak mentah dan membuat pisangnya terasa keras. Kalo di Goelali sih matangnya pas. Untuk topping keju dan coklatnya sih no comment deh. Masak iya kombinasi keju dan cokelat bisa gak enak? :p


Dan menu favorit saya malam itu, yang bikin saya pengen balik lagi ke Goelali adalah menu terakhir ini : Pisang Ijo Saus Vanilla. Seperti saya bilang, kematangannya pas. But more than that, saus vanilla-nya enaaaakkk banget. Tadinya saya pikir bakal eneg banget pisang yang rasanya udah manis dipadu dengan saos vanilla yang juga manis. Ternyata saya salah. Paduan 2 hal itu malah bikin nagih. After taste kecut yang biasa ada di pisang, jadi hilang karena berpadu dengan saos vanilla.
Sebenarnya menu ini tersedia dalam 2 versi : saos vanilla dan saos duren. Sayang kemarin yang saos duren-nya lagi habis, padahal saya penasaran banget. Next time mo pesan itu ah.


Yang merupakan nilai plus dari Goelali adalah suasananya yang cozy (udah saya bilang ya tadi?) dan service-nya yang excellent. Penyajiannya gak pake lama. Kenapa saya bilang gitu?
Jadi gini, di Goelali tuh disediakan free kerupuk yang bisa diambil sepuasnya. Nah saya itu kalo udah ketemu kerupuk, langsung kalap. Sebodo amat dengan etika dan kesopanan. Saya pernah lho habiskan setengah topless free kerupuk di sebuah resto karena saya kelamaan nunggu. Tapi di Goelali, boro-boro bisa abisin setengah topless. Wong baru 2x tambah aja, pesanan makanan saya sudah datang kok.
 Nilai plus ini masih ditambah dengan staff-nya ramah banget walopun team kami tuh bawelnya bukan main. Swear, malam itu kami lagi kumat resehnya. Nanya macam-macam, gonta ganti pesanan, dan masiiihh aja para staff-nya bersikap ramah sama kami. Makasi banget lho, mas dan mbak :)

Berapa biaya yang kami keluarkan untuk total makanan di atas? Sekitar 120ribu untuk 3 orang. Masih wajar kan? ^__^

So....4,5 bintang untuk Goelali.

Monday, December 12, 2011

Warung Ngebul


  
Kalo dari Dago atas, ada di sebelum pengkolan ke Tubagus Ismail. Buka 5 sore -12 malam. 
Senin libur. Mari...
Twitter : @WarungNgebul

Warung Ngebul ini (yang saya singkat dengan semena-mena menjadi WarBul) milik @Vabyo, penulis buku fenomenal Kedai 1001 Mimpi yang menguak misteri Saudi Arabia (halah bahasanyaaaa... :D).

Saya sudah lama mem-follow @Vabyo di Twitter, mengikuti rangkaian tweet tentang pengalamannya di Saudi Arabia yang diberi tagar #ArabianUnderkampret (dan kemudian dibukukan menjadi Kedai 1001 Mimpi itu). Saya juga turut senang ketika akhirnya @Vabyo sukses keluar dari negara yang unik itu dan selamat kembali ke tanah air \(^o^)/

Pojok WarBul
Ketika @Vabyo mengumumkan di tweetnya kalau dia akan membuka restoran bernama Warung Ngebul, saya sudah penasaran mau coba. Apalagi waktu soft openingnya, banyak yang datang ke resto itu dan men-twitpic foto-foto makanannya yang bikin saya makin ngiler (^~^).

Jadinya wajar dong waktu ke Bandung, Warung Ngebul ada di nomor teratas "to do list" saya. Pertama cobain Warbul di bulan Juli 2011 (kalo gak salah ingat). Dan berkesempatan ke sana lagi bulan November 2011 ini.
Total saya sudah 3x ke WarBul dan 2x pesan delivery (ini doyan ato gak ada kerjaan?).
Apakah WarBul seenak itu?
Untuk menjawabnya, saya ceritakan kesan-kesan di tiap kunjungan saja ya...


Congklak Sebagai Perintang Waktu
Jadi WarBul ini berlokasi di sebuah rumah imut yang terletak persis di pinggir jalan, mengarah ke Dago Atas setelah McD Simpang (ribet gak bacanya? :D)
Waktu pertama ke sini, belum ada papan neon seperti foto di atas. Yang ada cuma spanduk besar bertuliskan (apalagi kalau bukan) "Warung Ngebul". Untung ada spanduk itu, kalo gak kami pasti gak nemu tempatnya.



Sofa Imut Nan Cozy (source)
Kesan pertama yang ditangkap adalah : "Woow...imut-imut amat."
Imut dalam hal ukurannya dan dalam dekorasinya. Coba saja tengok dekorasi WarBul yang saya post sedari tadi. Cantik-cantik kan? :D

Gimana dengan makanannya?
Pertama, harap diingat kalo porsi di resto ini bukan porsi yang gedenya gila-gilaan. Porsinya standar aja. Dalam artian cukup mengenyangkan, tapi masih ada ruang untuk nambah cemilan-cemilan. Kayaknya sih @Vabyo sengaja mengatur seperti itu, supaya per orang bisa pesan lengkap mulai dari appetizer sampai dessert. Yah seenggaknya pengalaman pribadi saya dan teman-teman. Tiap kali kesana, masing-masing dari kami selalu memesan menu lengkap, padahal biasanya kami menggunakan sistem 1 menu dishare bareng. Tapi karena porsinya WarBul gak gede jadi yah bisa pesan banyak jenis.

Nah jadi di kunjungan pertama ini, kami memesan :

Chicken Mozarella
1. Chicken Mozarella Saos Barbeque (25K)
Ini menu pertama saya di Warung Ngebul. Ayamnya sih empuk dan gede, kejunya juga lumer. Tapi saya kurang suka dengan saos barbeque-nya. Terlalu asam untuk selera saya. Gak tahu sih itu lidah saya saja ato memang rasanya begitu. Soalnya chicken mozarella ini termasuk menu yang paling sering direkomen. But personally, me don't like it. Untuk mixed vegetables-nya sih okelah. Tapi saya heran sama kentangnya : Keras Amat! Serasa kentang mentah yang gak direbus. Ato memang diniatkan untuk dimakan sebagai kentang mentah?



Roti Keju Meleleh
2. Roti Isi Keju Meleleh (10K)
Nyobain menu ini sampe 2x. Yang pertama emang karena niat pesan. Yang kedua karena salah pesan (teman berniat pesan yang lain, eh yang datang malah ini). Enaaakk. Kejunya beneran meleleh dan "rich" banget. Biar begitu, saya lebih suka Roti Keju Daging Asap-nya



3. Nori Krispi Kulit Tahu Bakar(15K)
Jadi ini nori yang digoreng pake tepung terigu (ya menurut loe,Wi?), disajikan dengan buncis, wortel dan saus sambal. Sebenarnya enak, norinya rasa yaa...nori lah ;p. Cuma karena dibandrol dengan kata "krispi" wajar aja saya jadi ngarep klo norinya bakal garing dan crunchy (eh...ini 2 kata yang sama ya?). Sayang...yang ada norinya berasa kenyal-kenyal gitu. Kebanyakan tepung mungkin?





Es Krim Kebanjur Kopi Panas
4. Es Krim Kebanjur Kopi Panas (10K)
Salah satu menu andalannya Warung Ngebul. Prinsipnya sih sama aja kayak affogato. Jadi, dikasi 1 gelas isi es krim (btw es krimnya homemade lho) dan sebuah French Press isi kopi. Ditunggu 4 menit, lalu kopinya dibanjur ke es krim deh. Es krimnya tersedia dalam berbagai rasa. Yang saya dapat waktu itu rasa strawberry.
Waktu saya coba sih, saya kurang doyan. Entah es krimnya yang terlalu beku atau kopinya yang kurang panas, yang pasti waktu kopinya saya tuang di es krim, es-nya gak langsung meleleh.
Ato memang semestinya begitu? Entahlah.
Tapi kalo dipisah, masing-masing enak sih. Es krimnya lembut, kopinya juga mantap.
Kemampuan @Vabyo dalam hal kopi gak perlu diragukan ya secara dia kan memang barista. Tapi hati-hati buat yang gak suka kopi karena kopinya lumayan "keras".

5. Susu Mangga Dingin (7,5K)
Susu Mangga Dingin
Wuaa...ini favorit kami semua. Enyaakk...Mangga-nya berasa (essence mangga tepatnya) dipadu dengan gurihnya susu. Segaaarrr...Manisnya juga pas. Ini jadi minuman wajib saya dan teman-teman yang gak terlalu doyan kopi.

 Total makanan kami berdua gak sampai 70K. Murah yaa \(^o^)/
Service-nya oke, pesanan kami datangnya cepat. Udah gitu tempatnya cozy buat nangkring lama-lama. Jadi walopun malam itu makanannya kurang memuaskan, tapi kami senang dan berniat balik ke sana lagi. Terutama saat butuh tempat menggalau (hehehe)

 Kunjungan kedua, lagi-lagi hanya berdua. Lapar dan keinginan menggalau yang cukup besar menjadi alasan kami untuk menggila saat itu. So...inilah pesanan kami :


Lontong Kari Iga Sapi
1. Lontong Kari Iga Sapi (12,5K)
Enaaakkk. Lontongnya lembut, gurihnya pas dan bumbu karinya berasa. Memang sih daging sapinya kurang banyak, trus juga banyakan gajih daripada dagingnya. Tapi yah untuk makanan seharga 12ribu dengan porsi sebesar itu, menurut saya sih wajar.




Soto Mie Kikil Baso Sapi

2. Soto Mie Kikil Baso Sapi (12,5K)
Menu ini pesanan teman saya. Saya sih numpang icip aja. Kesan saya : enak kok. Khas soto mie bandung, tapi lebih yummy karena kuahnya gurih. Kikilnya juga enak, gak keras.

Cemil Centil :
Batagor Cumi
3. Batagor Cumi (7,5K isi 2)
Jadi potongan cuminya itu dicampur di bagian terigunya. Pas digigit, terasa ada cuminya.
Saya sih penggemar batagor, jadi semua batagor (bahkan sampai yang dijual abang-abang sekalipun) saya pasti bilang enak. Termasuk batagor ini juga. Cuma aja, buat saya bumbu kacangnya kurang pedas.



Makaroni Keju Daging Asap
 4. Makaroni Keju Daging Asap (12,5K)
Lumayanlah. Enak sih tapi menurut saya pribadi, bikinan saya (berdasarkan resep Mama) masih jauh lebih enak.
Yang mengecewakan, waktu makaroni ini di-serve, bagian dasarnya masih dingin banget, sementara bagian atasnya hangat. Dan dinginnya seperti baru keluar dari kulkas. >.<
Memang bukan masalah besar sih, soalnya tinggal minta dihangatin aja. Tapi tetap aja mengurangi point saya.
O ya jangan tertipu dengan fotonya ya. Aslinya ukurannya kecil banget, makanya ditaro di kategori cemilan.

Kentang Goreng Bertaburan Keju
5. Kentang Goreng Bertaburan Keju (10K)
Yaaa....standar sih ya. Dimana-mana yang namanya kentang goreng pake keju dan mayonnaise pastilah enak (klo gak enak mah kebangetan). Cuma yang asoy, harganya muraaahhh. Baru aja sehari sebelumnya, saya memesan menu yang sama dengan porsi yang juga sama besarnya di kafe lain; dan disana menu serupa dibanderol harga 40 ribu dong! >_<



Roti Keju Daging Asap
6. Roti Keju Daging Asap (7,5K)
Ueeennnaaakk \(^o^)/
Oke...mungkin agak lebay. Soalnya roti campur keju dan mayonnaise dimana-mana mah pasti enak. Tapi yang saya suka di WarBul tuh rotinya digoreng. Dimakan selagi hangat ditemani cuaca Bandung yang dingin, menu ini juara banget. Saking doyannya, hari itu kami pesan 2x. Dan waktu datang ke WarBul lagi, si pelayannya masih hapal dan nanya "Pesan roti keju dagingnya lagi, mbak?"
Jyiiaaahh....nih menu sudah jadi trademark kami ^__^

7. Teman saya sih pesan Susu Mangga (lagi) sementara saya pesan Susu Kurma Madu (bisa panas ato dingin seharga 10K).
Saya nyobanya yang dingin, dan menurut saya enak, madunya kerasa sementara kurmanya rada ketutupan sama si madu dan susu. Gak seenak Susu Mangga Dingin sih, tapi lumayanlah sebagai alternatif minuman.

Pancake Es Krim Vanila Saos Cokelat
8. Pancake Es Krim Vanilla Saos Cokelat (10K)
Ini juga menu favorit. Pancakenya sih biasa aja ya, gak bisa dibandingkan dengan Pancious ato Nanny's (wajar sih secara harganya juga beda jauh). Tapi es krim vanilla dan saos cokelatnya bikin nagih. Es krim vanillanya itu homemade dan swear rasanya saingan dengan es vanilla-nya Campina (which is one of my favourite). Tapi yang paling bikin nagih itu saos cokelatnya. Enaaakk bangeeett. Penasaran pengen nanya ke @Vabyo, pake cokelat merk apa sih? Saya baca di sebuah blog, katanya pake coki-coki. Kalo emang benar sih, wajar aja enak :D. Tapi saya sendiri kurang yakin kalo itu coki-coki.
Apapun itu, pokoknya paduan es krim vanilla dan saos cokelat-nya WarBul bikin saya ketagihan.

Total pesanan kami gak nyampe 100ribu dan memuaskan banget. Service-nya juga sangat memuaskan. Dan malam itu jadi malam yang sukses untuk menggalau \(^o^)/

Pojok Lesehan Favorit
Kunjungan ketiga pada tanggal 2 Desember 2011 kemarin sebagai perayaan ultah Devi. Kali ini perginya ber-5. Yah lumayan lah peningkatan daripada kemarin-kemarin yang cuma 2 orang. Bukan apa-apa, saya mulai cemas kru WarBul berpikir kami ini sepasang lesbong, kok ya ke tempat (yang mestinya) romantis padahal sama-sama cewek. Berduaan mulu pula. Tuh kru gak tau aja kalo sebenarnya kami curhat-curhat galau di sana. Huaaa... :'(
Oke, anyway...
Berhubung ini kunjungan ketiga dan saya udah coba lumayan banyak jenis menunya (Hah? Cuma "lumayan"? Denial itu mah namanya ;p), maka saya bisa bercerita pada teman-teman yang lain tentang masing-masing menunya. Ini dengan harapan supaya mereka bisa coba menu lain yang belum saya coba. Eh ternyata, mereka malah pesan yang saya ceritain dong *TepokJidat*. So menu yang baru kami coba saat itu adalah :

Baso Kuah Isi Daging Asap
1. Baso Kuah Isi Daging Asap (14K)
Enaaaakk. Kuah kaldunya gurih, kerupuk yang dicelupinnya kenyal (entah itu kerupuk apa. Pokoknya enak ;p). Dan yang paling penting, baksonya oke banget. Daging asapnya gak main-main banyaknya \(^o^)/

Mie Ngebul Goreng Sosis Keju
2.  Mie Ngebul Goreng Sosis Keju (12,5K)
Enyaaaakkkk. Salah 1 favorit saya juga. Saking doyannya, waktu besok-besoknya coba delivery, pesan menu ini lagi. Entah ada bumbu apa di mienya, pokoknya pas aja. Gak keasinan, vetsinnya juga gak bikin eneg.

3. Kami semua pesan Susu Mangga Dingin, kecuali Ackni yang pesan Teh Lemon (3K). Rasanya? Standar aja, seperti layaknya teh lemon. Dalam artian gak ada yang khas dengan tehnya, tho' it's not bad.

Es Pisang Ijo Coklat Keju
4. Es Pisang Ijo Cokelat Keju (7,5K)
Menurut twitternya @WarungNgebul sih, pisang ijo-nya home made. Tanpa pengawet dan pewarna buatan. Sayangnya, sebagai orang Bugis asli, saya tetap lebih memilih es pisang ijo yang biasa aja, yang orisinial seperti di kampung saya.

5. Puding Bolu Cokelat Es Krim Vanila (9K)
Puding bolunya enak banget. Lembut, krimi dan berasa cokelat banget. Jadinya pas dipadu dengan es krim vanila-nya yang yummy banget itu (ini es krim yang sama dengan yang di pancake).



Total pesanan kami malam itu gak nyampe 200ribu. Murah kan?
Satu yang mengecewakan adalah service-nya. Lama banget T_T. Memang sih malam itu WarBul lagi rame banget, tapi masak iya pesan bakso doang jadinya lama banget? Udah gitu menunya gak keluar barengan. Contohnya nih Riri dan Anita sama-sama pesan Soto Mie, tapi jarak keluar antara Soto Mie yang satu dengan yang lain nyampe 20 menit. Hal yang sama juga terjadi pada bakso pesanan saya dan Devi.
Ini artinya kualitas servisnya gak stabil. Satu hal yang perlu jadi perhatian manajemen WarBul nih.

Seperti yang saya bilang, saya sudah 2x pesan delivery dari WarBul. Berhubung saya gak ingat pesanan apa dari delivery yang mana, jadi semua pesanan waktu delivery saya tulis disini aja ya. O ya tentunya, list di bawah ini exclude dari semua yang sudah dikomen di atas ;)

Nasi Ngebul Ayam Suwir
1. Nasi Ngebul Ayam Suwir (15K)
Nasi hangat dengan irisan telor dadar, daun bawang, daging asap, ayam suwir dan abon cabe pedas. What's not to like? Ini termasuk menu favorit saya. Porsinya pas, bikin kenyang tapi gak eneg.
Saya pernah pesan menu ini untuk delivery. Penampakannya jadi beda (gak dibikin model tumpeng lagi), tapi rasanya tetap sama enaknya.
Oya...satu lagi yang bikin saya suka banget sama menu ini karena nasi ini ditaburi daun jeruk! Nasinya jadi wangi dan yummy banget.
Foto di atas adalah foto versi pesan di WarBul-nya. Sementara kalo pesan delivery, bentuknya ya rata aja (gak dibikin tumpeng). Tapi sama enaknya sih (kayaknya :p)

Sosis Bockwurst Mashed Potato
2. Sosis Bockwurst + Mashed Potato (18K)
Mashed potato-nya endang bambang, padat gitu. Bockwurst-nya juga enak. Tapi saya gak suka dengan saos barbeque-nya. Ini saos yang sama dengan yang dipake di Chicken Mozarella, dan menurut saya tetap saja : asam (>.<). Jadi kalo lain kali pesan ini, saya mau minta sausnya dipisah aja.

 3. Nasi Tongset (Tongkol Setan) (10K)
Nasi bertaburan tongkol setan, abon dan kacang. Uhm...saya sih kurang suka ya. Yang kerasa cuma pedas doang, gak ada rasa asin ato gurihnya. Saya jauh lebih suka yang Nasi Ayam Suwir-nya.

Fussili Carbonara
4. Fussilli Carbonara (17,5K)
Nyummy. Porsinya gede, kejunya banyak dan gak main-main. Saos carbonaranya juga mantap. Gonna be one of my favourite. Sayangnya, berhubung delivery, jadi pas nyampe di tangan kami sudah dalam keadaan dingin. So...kami niatin untuk panasin ulang. Dan hasilnya ada pasta yang enyaakkk.

Spicy Chicken Wings + Saos BBQ
5. Spicy Chicken Wings + BBQ sauce (15K) 
Chicken wings-nya sih enak walo agak keras (ato pengaruh karena sudah dingin sewaktu tiba di tangan saya? Maklum aja, delivery sih). Mashed potato-nya enak (as usual). Tapi saus BBQnya tetap terlalu asam >.<




Risoles Krimi
6. Risoles Krimi (8K isi 2)
Sesuai judulnya, isi risolesnya memang krimi dan lembut banget. Enaakk...though not my favourite risoles. Secara pribadi, saya memang lebih suka risoles mayones ala Amerika itu daripada risol ragout gini. Mudah-mudahan someday WarBul bikin risol mayones ya. Tapi secara objektif, 8ribu untuk risol kayak gini mah layak banget.

Salad Buah Keju
7. Salad Buah Keju (10K)
Rasanya sama kayak salad buah lainnya. Maksud saya, buah dikasi keju, susu kental manis dan mayonnaise pasti enak kan? Gak mungkin nggak enak.
Begitu juga dengan salad buahnya WarBul. Enak sih tapi gak spesial.




8. Puding Jeruk (7,5K)
Saya rada bingung bedanya dengan puding bolu cokelat dimana. Oh ya...di puding ini ada tambahan jeruk seiris sih.
Apa cuma itu yang membedakan? Soalnya selain tambahan jeruk itu, gak ada rasa jeruk di pudingnya. Rasanya mirip dengan puding bolu cokelat.
Untunglah pada dasarnya puding bolu cokelat-nya emang enak. Jadi saya sih bahagia aja makannya.

Dipake Buat Manggil Waiter-nya. Kreatif Ya

Kesimpulannya...
Resto yang enak sih banyak di Bandung. Yang enak banget juga banyak. Lalu apa yang membedakan Warung Ngebul dari para pesaingnya?
Jawabannya ada di tampilan restonya yang cantik (dan terlihat didekor dengan sepenuh niat), suasananya yang enak buat nangkring lama-lama (fasilitasnya lengkap; ada wifi, board game macam ular tangga atau ludo, congklak, dan majalah), rasa makanannya yang lumayan dan (yang paling penting) harganya yang murah :D. Bahkan dengan harga semurah itu, rasa makanannya bisa dikategorikan enak.

So mempertimbangkan itu semua, saya kasi 4 bintang untuk Warung Ngebul. Saya potong 1 bintang karena servicenya yang belum konsisten.

Sukses ya, Warung Ngebul. Semoga makin jaya, makin langgeng (hah?), makin hitz dan ngebul terus dapurnya sampai generasi ke-12. Amiiiinn...

For more photos of Warung Ngebul (kalo belum eneg), sila cek : Sanny Durant's blog

PS : Sebagian besar foto di post ini diambil dari timeline @WarungNgebul. Kredit ada pada mereka yang memotret dan mengunggahnya ke twitter. Jika kapan-kapan anda menemukan foto yang mirip dengan yang ada di post ini, that's probably theirs.

Saturday, November 26, 2011

Breaking Dawn part 1

Berhubung bukunya sudah dibahas di blog saya yang lain, maka  post ini gak akan membahas tentang bukunya. Post ini akan memperbandingkan antara film dan buku, serta berapa banyak kemiripan/perbedaannya. So...memang lebih dikhususkan untuk mereka yang sudah membaca bukunya. Buat yang belum baca bukunya tapi berencana menonton dan gak mau spoiler, better back off now.

Dari pertama mendengar kabar kalau Breaking Dawn akan dipecah jadi 2 bagian, saya sudah skeptis. "Hah? 2 Part? Buku itu kan boring banget 1/2 part awalnya. Part akhir juga serunya nanggung. Semacam antiklimaks gitu. Dan yang serba nanggung gitu, mo dibikin jadi 2 part kayak Harry Potter 7? Duh...jauh ya, ceu." Demikianlah pikiran sinis saya kala itu.

Dan tenyata saya benar (_ _").
Awal film ini memang boriiingg banget kalo dari segi cerita. Secara ya memang gak ada apa-apa disana. Rada serunya baru pas di akhir.
Okeh...let's not talk about the story anymore. I've done my trash-talking of this book when I made a review about it.
Mari kita bahas dari sisi teknis film ini saja.

Gak banyak yang bisa dikatakan dari segi akting, soalnya aktor-aktris nya kan masih sama. Dan akting mereka juga masih sama.
Cuma bedanya di sini Pattinson gak berakting meringis-ringis lagi dan Stewart gak berakting seperti orang kedinginan.
Jadi menurut teman saya, alasan Pattinson dan Stewart berakting begitu adalah karena Edward merasa kesakitan tiap bersentuhan dengan Bella (yang mana mestinya berakhir di buku 2) dan Bella merasa kedinginan tiap bersentuhan kulit dengan Edward (yang mana gak pernah dibahas di buku). Teori teman saya memang agak aneh, tapi oh well..biarlah :s.

Tapi yang saya gak ngerti adalah kenapa di Breaking Dawn ini Pattinson dan Stewart berakting layaknya orang normal. Kenapa Edward dan Bella gak merasa sakit dan kedinginan lagi? Padahal Bella masih manusia bukan? Yang berarti kondisinya masih sama.
Ah sudahlah...toh dengan ini jadinya akting mereka lebih bagus. At least saya tahan melihat Stewart selama 2 jam tanpa berasa pengen jitak dia supaya aktingnya normal.

Adegan wedding yang selalu ditampilkan dalam trailer film ini memang bagus banget. Lebih anggun dan syahdu daripada penggambaran di buku. Gaun pengantin-nya Bella juga bagus banget, classic yet sexy. Kate Middleton mustinya menyerahkan desain gaun pengantinnya ke desainer gaunnya Bella ini, si Carolina Herera.

Lalu ada soundtrack-nya yang memang selalu juara. Satu dari 2 hal yang selalu saya suka dari Twilight Saga Movies adalah soundtrack-nya yang keren itu. And Breaking Dawn still doesn't failed me. Lagu-lagunya sendu, romantic, sweet tapi bikin galau; yang mana saking galaunya bisa bikin orang pengen nyilet nadi. LOL :))
Sayang gak ada lagunya Muse di film ini. Padahal Muse kan sudah menjadi semacam icon soundtrack Twilight series.

Satu lagi hal yang selalu saya suka dari Twilight series adalah sinematografinya. Dari sejak film pertama, saya sudah jatuh cinta dengan Forks dan rumah keluarga Cullen. Whooaa...diluar imajinasi saya. Gak menyangka Forks secantik itu, soalnya narasi Bella menggambarkan Forks sebagai kota kecil yang muram.
Nah di Breaking Dawn ini, selain Forks, ada tambahan Isle of Esme dan vila keluarga Cullen di pulau itu. Dan sumpah deh, pulau dan vila-nya bagus banget. Bikin iri dan serasa bikin pengen jitak Edward-Bella karena bisa tinggal disitu (iya...ini memang sirik >_<).

Make up-nya juga bagus.
Klo ingat bagaimana Twilight bermula dari "low budget movie" dengan make up yang jelek abis dimana terlihat jelas batas bedak di wajah dan leher para Vampire, maka make up di Breaking Dawn sungguh mengharukan dan pantas diacungi jempol (hey...ini bukan sindiran).
Paling bagus sih make up-nya Bella sewaktu dia mengandung. Bella bisa dibuat terlihat sangat kurus dan sangat tua. Cocok lah dengan versi buku tentang kondisi Bella saat hamil.
Dan oh...gak usah khawatir. Semua Vampire itu terlihat pucat alami, gak kelihatan bedaknya kok ;p.

Mengenai kemiripan cerita dengan buku, memang dari film pertama pun gak ada perbedaan yang signifikan ya (gak seperti Harry Potter versi movie dan buku). Malah...buat saya, ada yang menyenangkan dari versi movie ini.
Jadi gini...ada 3 hal yang bikin saya ill feel waktu baca bukunya, yaitu : 
(1) Waktu Bella hamil dan sangat-sangat-sangaaattt terikat dengan Jacob. Walau pun saya mengerti alasan keterikatannya, tetap saja saya eneg bacanya. Di film, hal ini tidak ditonjolkan.
(2) Waktu Bella dengan egoisnya memberi nama Edward Jacob pada calon bayinya tanpa konsultasi dengan Edward. Di film, adegan ini diubah dan ditampilkan dengan baik dan make sense sehingga gak bikin saya bete :).
Dan (3) adalah sewaktu Edward menyarankan Jacob agar membujuk Bella untuk menggugurkan anak Edward dan membiarkan Bella punya anak dari Jacob. Eewww...it's sooo...sick :s.
Thankfully di film ini, adegan itu...yah...mendingan nonton sendiri aja kali ya.... #eeeaaaaa #antiklimaks. LOL.
Tapi yah...tetap saja. Since this movie based on the lamest book of all, you couldn't expect something great from the story.

Lalu soal rating?
Hmm...rada bingung juga saya. Berdasarkan sisi teknisnya, saya pengen kasi 3 bintang (yeah...I like it). Tapi klo ingat ceritanya, sepertinya 2 bintang pun udah kebanyakan. Jadi ayo kita berdamai di 2,5 bintang.

Kesimpulannya, menurut saya, Breaking Dawn adalah film yang dikhususkan untuk para Twihard fans ato mereka yang ingin memanjakan mata dan telinga seperti saya :D.

Sekarang pertanyaannya, kalau bukan Twihard fans dan juga gak pengen buang duit untuk memanjakan mata dan telinga, layakkah film ini ditonton?
Kalo itu sih, tergantung...
Tergantung apakah anda sudah menonton film 1-3nya? Kalo iya, maka tontonlah film ke-4 ini. Tapi sebaiknya nonton film ini nanti-nanti saja, supaya gak antri gila-gilaan. Dan supaya gak ngedumel semacam "Gw capek-capek antri cuma buat film kayak gini?" seusai nonton film.

Tergantung juga apakah anda orang insomnia yang sudah gak tidur 3 hari (yup...kudu minimal 3 hari) dan pengen banget tidur?
Maka...HARUS!!! Anda wajib banget nonton Breaking Dawn klo gitu.  Trust me ;)

TAPI... kalau anda fans berat vampire-vampire karya Anne Rice dan gak tega liat Vampire-Werewolf dibikin galau atau kalau anda gak pernah menonton film 1-3nya, juga kalau anda pengen nonton film ini hanya karena ikut trend saja, maka saran saya hanyalah : KABUR!!!
Serius...cepat-cepatlah kabur dari film ini. Run for your sanity, guys ;)

Quote of the movie:
"No measure of time with you will be long enough. But we'll start with forever"
(Edward Cullen)

Thursday, April 15, 2010

Autumn's Concerto


Photobucket

Story :
Ren Guang Xi, a cocky law student, seems to lead the perfect life. He's the sole successor to a huge and famous business and a talented ice hockey player. But in reality, his lonely life lacks joy, laughter and motivation. That is until he meets Liang Mu Cheng, the new bento seller at his school canteen. Although orphaned at a young age, Mu Cheng does not let her past affect her and lives life with great passion and determination. A harmless bet brings the two together and Guang Xi slowly changes as Mu Cheng teaches him how to give and love. Tragedy strikes when Guang Xi suddenly has to go through a major brain surgery which causes him to lose his memory. His mother begs Mu Cheng to leave him and the latter has no choice but to do so. Little does she know that she already has Guang Xi's child.
Six years pass. Mu Cheng lives a quiet life with her young son in the countryside while Guang Xi is now a successful lawyer and is engaged to He Yi Qian, the kind and beautiful doctor who took care of him after his surgery. A strangely familiar piano piece stirs Guang Xi's heart as he struggles to recall his past romance with Mu Cheng. How will the couple make up for six years of lost time? Happiness, which stop do I alight at?

Photobucket

My comments about :
~The Story~

Ehm....gimana ya?
Sejujurnya cerita tentang amnesia bukanlah cerita favorit saya. Terlebih lagi cerita dimana si cowok ato cewek yang amnesia jatuh cinta dengan cewek/cowok lain dan si orang ketiga ini baik banget sehingga membuat penonton bingung mo memihak si cewek/cowok pertama ato yang ketiga.

Sama kayak Meteor Garden 2 dimana sebenarnya saya memihak Dao Ming Se balik sama San Chai, tapi di satu sisi kasihan juga sama Ye Sha, secara Ye Sha-nya baik sih. Disini juga, saya pengennya Guang Xi balik sama Mu Cheng lah, tapi kasihan juga Yi Qian. Toh bukan salah Yi Qian klo Guang Xi amnesia.

Dan sama seperti di MG 2, dimana saya gak bisa ngerti kenapa Dao Ming Se yang tadinya (terlihat) cinta mati sama Ye Sha langsung berbalik cinta ke San Chai sewaktu ingatannya kembali, saya juga gak bisa ngerti kenapa Guang Xi cepat sekali mengubah perasaan cintanya ke Yi Qian dan mengembalikan perasaannya ke Mu Cheng. Kemana rasa cintanya selama 6 tahun itu ke Yi Qian? Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Partner saya menonton drama ini, berpendapat bahwa Guang Xi juga mencintai Yi Qian. Tapi rasa cintanya ke Mu Cheng jauh lebih besar. Makanya dia bisa langsung berbalik ke Mu Cheng sewaktu Mu Cheng kembali dalam hidupnya. Sama kayak Bella di Eclipse yang mencintai Edward dan Jacob, tapi cintanya lebih besar ke Edward. Mungkin saja toh mencintai 2 orang dalam satu waktu?

Well...Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Yah...okelah kalo begitu.
Ayo kita kesampingkan saja masalah itu. Karena saya rasa, saya gak akan bisa mengerti kecuali saya mengalaminya sendiri (amit - amit deh). Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Dari segi ke"rapi"an, ceritanya gak se"rapi" Fated To Love You. Masih ada beberapa "flaws". Tapi menurut saya sih masih bisa dikesampingkan. Toh sebagian besar orang di dunia ini bukanlah "pemerhati-detail-amat-sangat-kecil-yang-gak-penting" :D. Walo begitu, ada satu yang mengganjal saya. Kok bisa orang secerdas Guang Xi gak bisa memahami isi hati Mu Cheng? Sampai Tuo Ye perlu berkata : "Have you ever thought that if she really chose me back then, why has she refused to accept me in these six years? And why she continuously tells Xiao Le that he has an alien Daddy?"
Atau mungkin memang semua orang menjadi bodoh di depan cinta ? Kayaknya sih gitu Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photobucket

Terlepas dari masalah itu, cerita di drama ini bagus juga. Memang idenya gak baru (hey...memangnya ada ide cerita yang benar - benar baru?Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket), tapi gaya penceritaannya menarik. Konfliknya pas. Si Mu Cheng gak dibikin menderita amat. Yah masih wajarlah untuk ukuran drama seri. Belum lagi banyaknya kata - kata bijaksana atau pun touching di drama ini.
Yup, genre drama ini memang bukan romantik komedi, tapi lebih ke genre drama romantis yang mengharukan. Gak heran mata saya sempat berkaca-kaca beberapa kali pas nonton drama ini. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Inti dari drama ini mungkin seperti yang dibilang Presiden Fang (ibunya Guang Xi) :
"Have you ever thought that some people choose to betray and lie because they love the other too much? They don't want the other to get hurt. Instead, the person who lied is the one who hurts more than anyone else on the inside."

Alasan Mu Cheng berbohong pada Guang Xi awalnya karena dia mencintai Guang Xi dan ingin dia tetap hidup. Alasan kebohongannya yang kedua kali, tetap karena dia mencintai Guang Xi dan gak ingin hubungan Guang Xi dengan ibunya menjadi rusak, walaupun untuk itu Mu Cheng mesti rela menerima kemarahan dan dendam Guang Xi.

Alasan ibunya Guang Xi berbohong pada Guang Xi tentang fakta dibalik bunuh dirinya ayah Guang Xi dikarenakan dia tak ingin Guang Xi menderita mengetahui karakter ayahnya yang sebenarnya. Walau pun untuk itu dia harus bertahan menghadapi kemarahan dan pemberontakan Guang Xi.

Bagusnya, jawaban Guang Xi juga mengena :
"No one is willing to be betrayed. You guys thought that I could not endure it. But what saddens the most is that you guys don't believe in me at all."

Klo kita sayang sama seseorang, semestinya memang kita percaya padanya. Percaya pada kemampuannya untuk menerima segala masalah dan kemudian membiarkan dia menyelesaikan masalah itu dengan caranya sendiri. Dengan cara itu, kita membuat orang yang kita sayangi itu makin kuat.

Tapi...bukannya memang wajar kalo kita punya insting untuk melindungi orang yang kita sayang? Melindunginya agar dia tidak merasa sakit dan terluka. Saya yakin, klo Guang Xi ada di posisi Mu Cheng, dia pun akan melakukan hal yang sama. Kalo saya ada di posisi Mu Cheng atopun ibunya Guang Xi, saya rasa saya juga akan melakukan hal yang sama. Walopun nantinya (saat mengetahui kebenaran) dia akan tetap sedih dan terluka. Tapi seenggaknya, saya bisa menunda kesedihannya untuk sementara waktu (^-^).

Jadi...dari drama ini,saya belajar bahwa apa pun alasannya, white lie tetaplah salah. Meski begitu, terkadang kita tak bisa menghindarinya.

Yang paling teringat sama saya justru kata - kata Gary (asisten Guang Xi). Dia berkata :
"I think that you should have a little more trust in your other half. Trust needs to come from both sides. If you try and believe in her, perhaps you might discover that a lot of things are not what you think."

Iya ya...semestinya kita memang lebih percaya sama orang yang kita sayangi. Klo Guang Xi benar - benar percaya sama Mu Cheng, apa pun kata - kata dan tindakan Mu Cheng tidak akan membuatnya ragu pada Mu Cheng. Dan mungkin dia akan bisa melihat dengan lebih jelas alasan di balik semua tindakan Mu Cheng.

O ya...ada 1 cute thing yang saya suka dari drama ini : kebiasaan Guang Xi untuk sentuhin hidungnya ke Mu Cheng ato Xiao Le. Itu cuma hal yang simple, tapi saya suka aja liatnya. Mengingatkan saya pada ayah  saya yang punya kebiasaan yang sama dengan anak-anaknya. Terkesan akrab aja. Saya rasa itu bentuk lain dari cium sebagai ungkapan sayang :D.
Photobucket

This is also one of a cute scene :
Photobucket

Photobucket

~The Ending~

I love the ending! Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket4 Thumbs up pokoknya. Saya suka tipe ending seperti ini, yang berakhir bukan ketika kedua tokoh utamanya jadian, tapi juga ditunjukkan after story-nya. Dan adegan penutupnya sweet deh, gak kayak Fated To Love You yang rada garing.Really love the ending deh Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket.

~The Actors~

Van Ness Wu sebagai Ren Guang Xi
Dari sejak jaman F4 berjaya dulu, saya memang paling suka dengan Van Ness. Bukan karena dia ganteng (malah menurut saya dia gak ganteng kok Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket), tapi karena saya suka melihat cara dia tersenyum. Klo Van Ness senyum, rasanya kayak seluruh wajahnya ikutan tersenyum dan bukan hanya bibirnya saja yang senyum. Dari situ kita mendapat kesan bahwa dia orang yang ramah. Selain itu, saya suka wajahnya yang ekpresif.
Eh...kok jadi ngelantur ngomongin Vanness physically? Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Upss...sorry Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Dari segi akting, yang jelas sih jauh lebih baik daripada waktu di Meteor Garden. He sure has come a long way since Meteor Garden (ya iyalah pastinya Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket). Saya lumayan ngikutin perkembangan film - filmnya Vanness lho. Dan menurut saya, akting dia di Auntumn's Concerto ini bagus. Dia berusaha banget ngilangin aksen ABC (American Born Chinese)-nya Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Udah gitu, karena aslinya dia orang Los Angeles, USA, so...cara kissing dan makeout-nya pun bagus. Tahu dong, drama Taiwan terkenal karena makeout-nya yang kaku. Tapi pengecualian untuk Van Ness yang gaya makeout-nya terkesan beneran. Two thumbs up!
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Saya ngelantur lagi deh Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Intinya, saya sudah lama menanti Van Ness bermain dalam drama seperti ini sebagai tokoh utama. Drama dengan cerita yang menarik dan penokohan yang kuat. Thanks God, I didn't wait in vain. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Ady An sebagai Liang Mu Cheng
Jujur aja, selain The Outsider, ini adalah drama ato pun movienya Ady An yang pernah saya tonton (abis dia kebanyakan main serial silat sih). So saya gak bisa komen banyak. Yang pasti, menurut saya dia sukses memerankan karakter Mu Cheng yang lembut, bijaksana nan tegar. Dan satu yang saya suka dari dia : suaranya itu lho...aluss banget Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photobucket

Xiao Xiao Bin sebagai Xiao Le
Kyaaa...saya beneran jatuh cinta deh sama anak ini Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket. Cute banget, dari wajah maupun sikapnya. Gemesin pula. Gimana sih caranya Mu Cheng bisa didik anak sampai bisa jadi kayak Xiao Le? Sepanjang film, mata saya beberapa kali berkaca - kaca. Bukan karena ceritanya sedih, tapi karena saya terharu dengan karakter Xiao Le yang dewasa namun tetap cute. Pokoknya Xiao Xiao Bin sukses banget deh memerankan Xiao Le.

Tifany Xu sebagai He Yi Qian
Ini kedua kalinya saya menonton drama Tiffany Xu (yang pertama di It Started With A Kiss), kesannya sih dia emang cantik kayak barbie ya Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket. Tiffany cocok memerankan karakter Yi Qian yang baik hati dan pengertian. Melihat dia, saya kok teringat Ye Sha di Meteor Garden 2 ya?

Jason Wu sebagai Hua Tuo Ye
Kalo Yi Qian mengingatkan saya pada Ye Sha, karakter Tuo Ye mengingatkan saya pada Hua Zhe Lei di Meteor Garden. Karakter second lead yang justru sabar, baik hati dan selalu mendampingi tokoh utama wanita saat susah maupun senang. Tapi tetap aja, penonton akan lebih berpihak pada main lead (Guang Xi maksudnya). Dalam dunia nyata, ada gak sih orang - orang kayak gini? Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

~The Soundtracks~

Jujur aja, saya lebih suka soundtracknya Fated To Love You yang lagu - lagunya variatif. Ada yang mellow, ada yang ceria, ada yang lembut. Kalo di Autumn's Concerto ini, sebagian besar soundtracknya mellow. Bikin saya jadi ikutan mellow selama nontonnya. Tapi faktor soundtrack inilah yang menimbulkan kesan bahkan setelah drama ini berakhir.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photobucket

~The Rating~

Saya nyadar klo saya sering banget membandingkan drama ini dengan Fated To Love You. Alasannya adalah karena drama ini juga memiliki rating yang tinggi dan diperkirakan bisa mengungguli Fated To Love You. Pada akhirnya memang Autumn's Concerto gagal mengungguli Fated To Love You.

Tapi saya pribadi berpendapat bahwa drama ini juga pantas diberi 4,5 bintang (saya gak pernah memberi nilai 5 karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket). Dalam beberapa hal, Autumn's Concerto masih kalah dengan Fated To Love You, tapi dalam hal lain, jelas mengungguli. Lagipula, sebenarnya gak fair membandingkan kedua drama ini karena genrenya aja udah beda. So...they're both good in their own way.

Photobucket

~The Tagline~

"Happiness, which station should I alight at?"

Yup...kalimat di atas emang tagline drama ini. Jujur aja, yang bikin saya tertarik nonton drama ini justru tagline-nya. Bahkan sebelum saya tahu ceritanya kayak apa.
Saya selalu mengandaikan hidup seperti kita sedang naik kereta api (klo di film ini mah mengacu pada bus). Saya percaya, semua orang punya tujuan yang sama dalam hidup, yaitu mencari stasiun yang bernama kebahagiaan. Beberapa orang menganggap kebahagiaan berarti kesuksesan karir. Beberapa berpikir kebahagiaan adalah menggapai mimpi. Beberapa yang lain beranggapan kebahagiaan artinya bersama dengan orang yang dicintai. Dan beberapa yang lain menyamakan kebahagiaan dengan harta dan kekuasaan.

Saya termasuk orang yang beranggapan kebahagiaan artinya sukses menggapai mimpi.
Tapi ternyata saya salah. Karena saya sudah menggapai mimpi saya. Memang saya senang dengan hidup saya sekarang.
Tapi bahagia???
Ehm....selalu terasa ada sesuatu yang kurang. Rasanya ada feeling yang mengatakan bukan ini yang saya cari.

Jadi...
Saya memutuskan untuk kembali naik kereta itu dan mencari stasiun kebahagiaan saya. Terkadang, saya bertanya sendiri, dimanakah stasiun itu? Apakah masih jauh di depan sana? Atau malah sudah saya lewati! Kalau sudah saya lewati, apakah saya masih bisa kembali? Atau saya hanya bisa terus maju sambil berharap di depan sana masih ada stasiun berikutnya?Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

So....happiness, which station should I alight at? Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photobucket