Thursday, April 15, 2010

Autumn's Concerto


Photobucket

Story :
Ren Guang Xi, a cocky law student, seems to lead the perfect life. He's the sole successor to a huge and famous business and a talented ice hockey player. But in reality, his lonely life lacks joy, laughter and motivation. That is until he meets Liang Mu Cheng, the new bento seller at his school canteen. Although orphaned at a young age, Mu Cheng does not let her past affect her and lives life with great passion and determination. A harmless bet brings the two together and Guang Xi slowly changes as Mu Cheng teaches him how to give and love. Tragedy strikes when Guang Xi suddenly has to go through a major brain surgery which causes him to lose his memory. His mother begs Mu Cheng to leave him and the latter has no choice but to do so. Little does she know that she already has Guang Xi's child.
Six years pass. Mu Cheng lives a quiet life with her young son in the countryside while Guang Xi is now a successful lawyer and is engaged to He Yi Qian, the kind and beautiful doctor who took care of him after his surgery. A strangely familiar piano piece stirs Guang Xi's heart as he struggles to recall his past romance with Mu Cheng. How will the couple make up for six years of lost time? Happiness, which stop do I alight at?

Photobucket

My comments about :
~The Story~

Ehm....gimana ya?
Sejujurnya cerita tentang amnesia bukanlah cerita favorit saya. Terlebih lagi cerita dimana si cowok ato cewek yang amnesia jatuh cinta dengan cewek/cowok lain dan si orang ketiga ini baik banget sehingga membuat penonton bingung mo memihak si cewek/cowok pertama ato yang ketiga.

Sama kayak Meteor Garden 2 dimana sebenarnya saya memihak Dao Ming Se balik sama San Chai, tapi di satu sisi kasihan juga sama Ye Sha, secara Ye Sha-nya baik sih. Disini juga, saya pengennya Guang Xi balik sama Mu Cheng lah, tapi kasihan juga Yi Qian. Toh bukan salah Yi Qian klo Guang Xi amnesia.

Dan sama seperti di MG 2, dimana saya gak bisa ngerti kenapa Dao Ming Se yang tadinya (terlihat) cinta mati sama Ye Sha langsung berbalik cinta ke San Chai sewaktu ingatannya kembali, saya juga gak bisa ngerti kenapa Guang Xi cepat sekali mengubah perasaan cintanya ke Yi Qian dan mengembalikan perasaannya ke Mu Cheng. Kemana rasa cintanya selama 6 tahun itu ke Yi Qian? Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Partner saya menonton drama ini, berpendapat bahwa Guang Xi juga mencintai Yi Qian. Tapi rasa cintanya ke Mu Cheng jauh lebih besar. Makanya dia bisa langsung berbalik ke Mu Cheng sewaktu Mu Cheng kembali dalam hidupnya. Sama kayak Bella di Eclipse yang mencintai Edward dan Jacob, tapi cintanya lebih besar ke Edward. Mungkin saja toh mencintai 2 orang dalam satu waktu?

Well...Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Yah...okelah kalo begitu.
Ayo kita kesampingkan saja masalah itu. Karena saya rasa, saya gak akan bisa mengerti kecuali saya mengalaminya sendiri (amit - amit deh). Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Dari segi ke"rapi"an, ceritanya gak se"rapi" Fated To Love You. Masih ada beberapa "flaws". Tapi menurut saya sih masih bisa dikesampingkan. Toh sebagian besar orang di dunia ini bukanlah "pemerhati-detail-amat-sangat-kecil-yang-gak-penting" :D. Walo begitu, ada satu yang mengganjal saya. Kok bisa orang secerdas Guang Xi gak bisa memahami isi hati Mu Cheng? Sampai Tuo Ye perlu berkata : "Have you ever thought that if she really chose me back then, why has she refused to accept me in these six years? And why she continuously tells Xiao Le that he has an alien Daddy?"
Atau mungkin memang semua orang menjadi bodoh di depan cinta ? Kayaknya sih gitu Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photobucket

Terlepas dari masalah itu, cerita di drama ini bagus juga. Memang idenya gak baru (hey...memangnya ada ide cerita yang benar - benar baru?Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket), tapi gaya penceritaannya menarik. Konfliknya pas. Si Mu Cheng gak dibikin menderita amat. Yah masih wajarlah untuk ukuran drama seri. Belum lagi banyaknya kata - kata bijaksana atau pun touching di drama ini.
Yup, genre drama ini memang bukan romantik komedi, tapi lebih ke genre drama romantis yang mengharukan. Gak heran mata saya sempat berkaca-kaca beberapa kali pas nonton drama ini. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Inti dari drama ini mungkin seperti yang dibilang Presiden Fang (ibunya Guang Xi) :
"Have you ever thought that some people choose to betray and lie because they love the other too much? They don't want the other to get hurt. Instead, the person who lied is the one who hurts more than anyone else on the inside."

Alasan Mu Cheng berbohong pada Guang Xi awalnya karena dia mencintai Guang Xi dan ingin dia tetap hidup. Alasan kebohongannya yang kedua kali, tetap karena dia mencintai Guang Xi dan gak ingin hubungan Guang Xi dengan ibunya menjadi rusak, walaupun untuk itu Mu Cheng mesti rela menerima kemarahan dan dendam Guang Xi.

Alasan ibunya Guang Xi berbohong pada Guang Xi tentang fakta dibalik bunuh dirinya ayah Guang Xi dikarenakan dia tak ingin Guang Xi menderita mengetahui karakter ayahnya yang sebenarnya. Walau pun untuk itu dia harus bertahan menghadapi kemarahan dan pemberontakan Guang Xi.

Bagusnya, jawaban Guang Xi juga mengena :
"No one is willing to be betrayed. You guys thought that I could not endure it. But what saddens the most is that you guys don't believe in me at all."

Klo kita sayang sama seseorang, semestinya memang kita percaya padanya. Percaya pada kemampuannya untuk menerima segala masalah dan kemudian membiarkan dia menyelesaikan masalah itu dengan caranya sendiri. Dengan cara itu, kita membuat orang yang kita sayangi itu makin kuat.

Tapi...bukannya memang wajar kalo kita punya insting untuk melindungi orang yang kita sayang? Melindunginya agar dia tidak merasa sakit dan terluka. Saya yakin, klo Guang Xi ada di posisi Mu Cheng, dia pun akan melakukan hal yang sama. Kalo saya ada di posisi Mu Cheng atopun ibunya Guang Xi, saya rasa saya juga akan melakukan hal yang sama. Walopun nantinya (saat mengetahui kebenaran) dia akan tetap sedih dan terluka. Tapi seenggaknya, saya bisa menunda kesedihannya untuk sementara waktu (^-^).

Jadi...dari drama ini,saya belajar bahwa apa pun alasannya, white lie tetaplah salah. Meski begitu, terkadang kita tak bisa menghindarinya.

Yang paling teringat sama saya justru kata - kata Gary (asisten Guang Xi). Dia berkata :
"I think that you should have a little more trust in your other half. Trust needs to come from both sides. If you try and believe in her, perhaps you might discover that a lot of things are not what you think."

Iya ya...semestinya kita memang lebih percaya sama orang yang kita sayangi. Klo Guang Xi benar - benar percaya sama Mu Cheng, apa pun kata - kata dan tindakan Mu Cheng tidak akan membuatnya ragu pada Mu Cheng. Dan mungkin dia akan bisa melihat dengan lebih jelas alasan di balik semua tindakan Mu Cheng.

O ya...ada 1 cute thing yang saya suka dari drama ini : kebiasaan Guang Xi untuk sentuhin hidungnya ke Mu Cheng ato Xiao Le. Itu cuma hal yang simple, tapi saya suka aja liatnya. Mengingatkan saya pada ayah  saya yang punya kebiasaan yang sama dengan anak-anaknya. Terkesan akrab aja. Saya rasa itu bentuk lain dari cium sebagai ungkapan sayang :D.
Photobucket

This is also one of a cute scene :
Photobucket

Photobucket

~The Ending~

I love the ending! Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket4 Thumbs up pokoknya. Saya suka tipe ending seperti ini, yang berakhir bukan ketika kedua tokoh utamanya jadian, tapi juga ditunjukkan after story-nya. Dan adegan penutupnya sweet deh, gak kayak Fated To Love You yang rada garing.Really love the ending deh Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket.

~The Actors~

Van Ness Wu sebagai Ren Guang Xi
Dari sejak jaman F4 berjaya dulu, saya memang paling suka dengan Van Ness. Bukan karena dia ganteng (malah menurut saya dia gak ganteng kok Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket), tapi karena saya suka melihat cara dia tersenyum. Klo Van Ness senyum, rasanya kayak seluruh wajahnya ikutan tersenyum dan bukan hanya bibirnya saja yang senyum. Dari situ kita mendapat kesan bahwa dia orang yang ramah. Selain itu, saya suka wajahnya yang ekpresif.
Eh...kok jadi ngelantur ngomongin Vanness physically? Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Upss...sorry Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Dari segi akting, yang jelas sih jauh lebih baik daripada waktu di Meteor Garden. He sure has come a long way since Meteor Garden (ya iyalah pastinya Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket). Saya lumayan ngikutin perkembangan film - filmnya Vanness lho. Dan menurut saya, akting dia di Auntumn's Concerto ini bagus. Dia berusaha banget ngilangin aksen ABC (American Born Chinese)-nya Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Udah gitu, karena aslinya dia orang Los Angeles, USA, so...cara kissing dan makeout-nya pun bagus. Tahu dong, drama Taiwan terkenal karena makeout-nya yang kaku. Tapi pengecualian untuk Van Ness yang gaya makeout-nya terkesan beneran. Two thumbs up!
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Saya ngelantur lagi deh Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Intinya, saya sudah lama menanti Van Ness bermain dalam drama seperti ini sebagai tokoh utama. Drama dengan cerita yang menarik dan penokohan yang kuat. Thanks God, I didn't wait in vain. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Ady An sebagai Liang Mu Cheng
Jujur aja, selain The Outsider, ini adalah drama ato pun movienya Ady An yang pernah saya tonton (abis dia kebanyakan main serial silat sih). So saya gak bisa komen banyak. Yang pasti, menurut saya dia sukses memerankan karakter Mu Cheng yang lembut, bijaksana nan tegar. Dan satu yang saya suka dari dia : suaranya itu lho...aluss banget Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photobucket

Xiao Xiao Bin sebagai Xiao Le
Kyaaa...saya beneran jatuh cinta deh sama anak ini Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket. Cute banget, dari wajah maupun sikapnya. Gemesin pula. Gimana sih caranya Mu Cheng bisa didik anak sampai bisa jadi kayak Xiao Le? Sepanjang film, mata saya beberapa kali berkaca - kaca. Bukan karena ceritanya sedih, tapi karena saya terharu dengan karakter Xiao Le yang dewasa namun tetap cute. Pokoknya Xiao Xiao Bin sukses banget deh memerankan Xiao Le.

Tifany Xu sebagai He Yi Qian
Ini kedua kalinya saya menonton drama Tiffany Xu (yang pertama di It Started With A Kiss), kesannya sih dia emang cantik kayak barbie ya Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket. Tiffany cocok memerankan karakter Yi Qian yang baik hati dan pengertian. Melihat dia, saya kok teringat Ye Sha di Meteor Garden 2 ya?

Jason Wu sebagai Hua Tuo Ye
Kalo Yi Qian mengingatkan saya pada Ye Sha, karakter Tuo Ye mengingatkan saya pada Hua Zhe Lei di Meteor Garden. Karakter second lead yang justru sabar, baik hati dan selalu mendampingi tokoh utama wanita saat susah maupun senang. Tapi tetap aja, penonton akan lebih berpihak pada main lead (Guang Xi maksudnya). Dalam dunia nyata, ada gak sih orang - orang kayak gini? Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

~The Soundtracks~

Jujur aja, saya lebih suka soundtracknya Fated To Love You yang lagu - lagunya variatif. Ada yang mellow, ada yang ceria, ada yang lembut. Kalo di Autumn's Concerto ini, sebagian besar soundtracknya mellow. Bikin saya jadi ikutan mellow selama nontonnya. Tapi faktor soundtrack inilah yang menimbulkan kesan bahkan setelah drama ini berakhir.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photobucket

~The Rating~

Saya nyadar klo saya sering banget membandingkan drama ini dengan Fated To Love You. Alasannya adalah karena drama ini juga memiliki rating yang tinggi dan diperkirakan bisa mengungguli Fated To Love You. Pada akhirnya memang Autumn's Concerto gagal mengungguli Fated To Love You.

Tapi saya pribadi berpendapat bahwa drama ini juga pantas diberi 4,5 bintang (saya gak pernah memberi nilai 5 karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket). Dalam beberapa hal, Autumn's Concerto masih kalah dengan Fated To Love You, tapi dalam hal lain, jelas mengungguli. Lagipula, sebenarnya gak fair membandingkan kedua drama ini karena genrenya aja udah beda. So...they're both good in their own way.

Photobucket

~The Tagline~

"Happiness, which station should I alight at?"

Yup...kalimat di atas emang tagline drama ini. Jujur aja, yang bikin saya tertarik nonton drama ini justru tagline-nya. Bahkan sebelum saya tahu ceritanya kayak apa.
Saya selalu mengandaikan hidup seperti kita sedang naik kereta api (klo di film ini mah mengacu pada bus). Saya percaya, semua orang punya tujuan yang sama dalam hidup, yaitu mencari stasiun yang bernama kebahagiaan. Beberapa orang menganggap kebahagiaan berarti kesuksesan karir. Beberapa berpikir kebahagiaan adalah menggapai mimpi. Beberapa yang lain beranggapan kebahagiaan artinya bersama dengan orang yang dicintai. Dan beberapa yang lain menyamakan kebahagiaan dengan harta dan kekuasaan.

Saya termasuk orang yang beranggapan kebahagiaan artinya sukses menggapai mimpi.
Tapi ternyata saya salah. Karena saya sudah menggapai mimpi saya. Memang saya senang dengan hidup saya sekarang.
Tapi bahagia???
Ehm....selalu terasa ada sesuatu yang kurang. Rasanya ada feeling yang mengatakan bukan ini yang saya cari.

Jadi...
Saya memutuskan untuk kembali naik kereta itu dan mencari stasiun kebahagiaan saya. Terkadang, saya bertanya sendiri, dimanakah stasiun itu? Apakah masih jauh di depan sana? Atau malah sudah saya lewati! Kalau sudah saya lewati, apakah saya masih bisa kembali? Atau saya hanya bisa terus maju sambil berharap di depan sana masih ada stasiun berikutnya?Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

So....happiness, which station should I alight at? Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photobucket

Saturday, March 13, 2010

Fated To Love You

fated to love you

Chen Xin Yi adalah seorang gadis yang biasa banget. Dalam hal penampilan, otak bahkan nama. Kayaknya sih di Taiwan sana, Xin Yi itu nama yang pasaran banget. Klo manggil nama Xin Yi di jalan, minimal ada 10 orang yang bakal menjawab panggilan itu.
Kelebihan Xin Yi (sekaligus kelemahannya sih menurut saya) adalah di hati-nya yang amat SANGAT baik itu. Dia selalu menaruh kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri tanpa mengeluh. Saking baiknya, dia diperlakukan seperti sticky note oleh rekan - rekan kerjanya. Tau sticky note kan ya? Itu lho, kertas kecil warna warni yang ada lemnya. Yang biasa kita pake buat nulis dan kemudian kita tempel di meja sebagai reminder. Dan nantinya, saat udah gak berguna, sticky note-nya tinggal dicabut dan dibuang deh. Nah Xin Yi juga kayak gitu. Rekan - rekan kerjanya pada dekatin dia kalo ada maunya aja. Saking sibuknya menolong orang, Xin Yi sampai menomor duakan pacarnya, Gu Chi, yang berakibat cowoknya marah banget ke dia.

Untuk mendekatkan kembali hubungan mereka, Xin Yi mengajak cowoknya untuk liburan bareng dengan kapal pesiar dalam trip 2 hari 1 malam. Dan disinilah, nasib mempertemukannya dengan Ji Cun Xi.

Ji Cun Xi adalah direktur dan pewaris tunggal dari Mo Fa Ling, sebuah perusahaan produk perawatan kulit terbesar di Asia. Berbeda dengan Xin Yi, CUn Xi adalah pribadi yang penuh percaya diri, ambisius, angkuh, sombong, tapi sayang banget sama pacarnya, Anna. In fact, Cun Xi ikutan pesiar di kapal karena dia berencana melamar Anna.

Anna adalah seorang balerina berbakat yang berambisius untuk menari di panggung Lincoln Center, New York. Lebih mementingkan ambisi daripada cinta, Anna memilih pergi ke New York dan membiarkan Cun Xi menunggu di kapal pesiar.

Karena suatu kesalah pahaman konyol, Cun Xi dan Xin Yi malah ber-One Night Stand. Saat mereka tersadar keesokan paginya, Cun Xi ngamuk berat dan mengusir Xin Yi. Tanpa sengaja, Cun Xi malah melihat Xin Yi dipermalukan oleh cowoknya. Karena simpati, Cun Xi pun membela dan membantu Xin Yi "balas dendam".

Awalnya, keduanya berpikir hubungan mereka hanya akan sampai disitu. Tapi takdir berkata lain. Akibat one night stand itu, Xin Yi hamil. Karena merasa bersalah, Xin Yi pergi ke gereja untuk pengakuan dosa. Disitu, dia bertemu Dylan, seorang agen seni kenamaan (walau pun saat itu Xin Yi mengira Dylan adalah pastor). Dylan yang merasa bersimpati pada Xin Yi pun menjadi sahabatnya.

Singkatnya, Cun Xi dan Xin Yi menikah walau pun Cun Xi sama sekali gak rela. Saking gak relanya, sehari setelah menikah, dia memberikan perjanjian percerian pada Xin Yi yang menegaskan bahwa mereka akan bercerai tepat setelah anak mereka lahir.
Dan dimulailah kebersamaan mereka. Cun Xi yang awalnya bersikap dingin dan "kejam" pada Xin Yi, lama - lama tersentuh juga oleh ketulusan dan kehangatan hati cewek itu. Bahkan Cun Xi sampai berpikir untuk membentuk keluarga bersama Xin Yi.

Sebelum pemikiran itu sempat berkembang, Anna kembali. Dan karena suatu peristiwa tragis, Xin Yi keguguran (it's really a tear jerker scene ). Insiden ini membuat Cun Xi dan Xin Yi terpisah, membuat Xin Yi membenci Cun Xi. Namun juga membuat Cun Xi sadar, siapa yang sebenarnya dia cintai. Sayangnya, Cun Xi terlambat mengejar Xin Yi, karena saat itu Xin Yi sudah pergi bersama Dylan ke Shanghai.

Sebenarnya Cun Xi sudah berusaha melacak jejak Xin Yi. Sayang, saking banyaknya orang yang bernama Chen Xin Yi, usahanya tak membawa hasil.

Dan mereka pun terpisahkan selama 2 tahun.

Selama 2 tahun, Xin Yi menggunakan pekerjaannya untuk melupakan masa lalunya.
Sementara Cun Xi tetap bekerja, sambil membawa penyesalan dan kesedihan dari masa lalunya.

Selama 2 tahun, Xin Yi mengubah penampilannya dan berusaha mengubah karakternya sebagai Sticky Note Girl.
Sementara Cun Xi selalu khawatir tiap kali melihat wanita hamil. Karena Xin Yi juga, Cun Xi berubah menjadi pribadi yang lebih perhatian pada orang lain.

Selama 2 tahun, Xin Yi berusaha menghapus nama Ji Cun Xi dari hatinya.
Sementara Cun Xi tak bisa tahan untuk tidak menoleh setiap kali mendengar seseorang menyebut nama Xin Yi. Hanya untuk memastikan, apakah yang dipanggil Xin Yi-nya atau bukan.

Dan takdir pun memutuskan untuk mempertemukan mereka lagi.

Awalnya Cun Xi ingin menghindar. Dia merasa, pertemuannya dengan Xin Yi hanya akan membuat Xin Yi bersedih. Apalagi, di sisinya masih ada Anna, yang selama 2 tahun ini masih dipacarinya karena tanggung jawab dan bukan cinta.

Tapi takdir terus menerus mempertemukan mereka dan menuntut untuk mengurai kembali benang kusut masa lalu.

Duh....saya kok bisa telat sih nemu drama sebagus ini?
Saya suka banget sama drama ini karena "rapi". Setiap detail diperhatikan. Hal-hal kecil di episode awal, yang dipikir gak penting, ternyata punya pengaruh di akhir cerita, contohnya Ipod dan pulpen (untuk ngerti maksud saya, mending nonton langsung deh). Kebanyakan drama (korea, jepang, maupun taiwan) selalu ada "flaws"nya. Hal-hal kecil yang gak dibahas lebih lanjut. Gak ngaruh memang ke jalan cerita, tapi untuk seorang pemerhati detail macam saya, hal kayak gitu jelas mengganggu. Makanya senang banget nemu drama rapi macam Fated to Love You.

Dari segi alur cerita, emang gak ada yang terlalu istimewa ya. Tipe cinderella modern gitu. Pesan moral dari drama ini pun mirip dengan pesan moral Cinderella. Yang juga sama dengan pesan yang disampaikan ayah Xin Yi, yaitu : "Xin Yi, as long as you're willing to work hard, happiness will come knocking at your door".

Yang bikin drama ini punya sedikit nilai plus adalah karakter Xin Yi yang super duper baik itu. Xin Yi sedikit mengingatkan saya pada "my dreamkeeper". Dia juga baik banget, sampai sering dimanfaatkan orang. Klo ngeliat dia, saya sering mikir kok bisa ada orang yang sebaik (ato sebodoh?) ini . Tapi setelah nonton drama ini, saya nyadar bahwa orang seperti itu beneran ada. Bahkan yang lebih baik lagi (ato lebih bodoh) dari dia (seperti Xin Yi) pun ada.

Karakter Cun Xi pun menarik. Berbeda dengan karakter prince charming yang biasanya galant, bijaksana dan dewasa, Cun Xi malah kekanakan, bad temper dan banyak akal . Tapi...ketulusan dan sayangnya pada Xin Yi gak perlu diragukan lagi.
Selain itu, karakter pendukung seperti neneknya Cun Xi, ibu dan kakak-kakaknya Xin Yi pun menarik untuk dilihat. Justru mereka lah yang membuat unsur humor di drama ini jadi komplit.

Soundtracknya juga pas. Adegan - adegan lucu atau lincah diisi lagu 99 Ci Wo Ai Ta. Sementara adegan sedih dihiasi lagu mendayu berjudul Wo De Kuai Le. Bahkan....saat mendengar intro Wo De Kuai Le, teman yang nonton bareng saya langsung menyiapkan tissue

Dari segi pemain-pemainnya, Cen Qiao En sebagai Chen Xin Yi sih gak perlu diragukan lagi aktingnya. Dia salah satu aktris Taiwan favorit saya, dan dialah alasan utama saya tertarik nonton drama ini. Ethan Ruan sebagai Ji Cun Xi pun aktingnya lumayan sebagai pendatang baru. Saya suka kemampuannya dalam berekspresi. Dia bisa bikin raut muka komikal yang bikin adegan-adegannya jadi lucu. Memang sih, kadang - kadang aktingnya terlihat kaku. Untungnya, Qiao En bisa mengimbangi. Chemistry antara mereka berdua pun lumayan lah. Walo masih lebih bagus chemistry Qiao En dan Ming Dao (gak heran Qiao En dan Ming Dao disebut sebagai best couple in screen).

Di Taiwan, Fated To Love You ini ratingnya tinggi banget lho. Salah satu episodenya mencatatkan rekor sebagai tontonan TV dengan rating paling tinggi. Average ratingnya juga oke, memecahkan rekor sebagai drama dengan average rating tertinggi malah. Mengalahkan Prince Turned Into Frog, si pemegang rekor sebelumnya. Bahkan jauh di atas Meteor Garden yang dinobatkan sebagai drama legenda. Autumn's concerto, yang sekarang ini lagi booming di Taiwan dan diperkirakan bisa mengalahkan rating Fated To Love You pun ternyata belum berhasil. Dan karenanya, posisi Fated To Love You tetap tak tergoyahkan.

Tapi dengan fakta ini, saya malah merasa drama ini overrated (Lho????)
Maksud saya, drama ini memang bagus. Tapi gak sebagus ITU. Masih kalah dengan all time drama favorit saya : All About Eve. (Hehehe....kayaknya emang saya bakal susah nih nemu drama yang nyaingin All About Eve).
Tapi temen saya bilang sih, Fated To Love You lebih bagus daripada All About Eve.
So....mending tonton aja sendiri dan putuskan siapa yang benar ^-^

Thursday, March 11, 2010

It Started With A Kiss


ISWAK

SMU Gang Nam adalah smu terfavorit di Taipei. Murid - muridnya dibagi dalam kelas berdasarkan urutan nilai. Mulai dari kelas A yang berisikan murid - murid dengan nilai tertinggi hingga kelas F, tempatnya murid dengan nilai paling jeblok.

Yuan Xiang Qin, dari kelas 3F, adalah tipikal gadis yang ceria, optimis, ceroboh, kekanakan dan mencintai Jiang Zhi Shu setengah hidup dari sejak pertama melihatnya sewaktu upacara penerimaan murid baru. Saking cintanya, Xiang Qin sampai bertekad masuk kelas A biar bisa sekelas dengan Zhi Shu (yang mana gagal bahkan sampai dia naik kelas 3)

Selain sebagai murid terjenius di sekolah mereka (bahkan di seluruh Taiwan) dengan IQ 200, Jiang Zhi Shu adalah cowok ganteng idola sekolah yang kalem, dingin, tanpa ekspresi dan cuek banget. Jangankan mau balas perasaan Xiang Qin, Zhi Shu bahkan gak menyadari keberadaan Xiang Qin.

Hingga suatu hari, Xiang Qin menyatakan perasaannya kepada Zhi Shu melalui surat yang diberikan di depan orang banyak. Dan tanpa basa basi, Zhi Shu langsung menolaknya, membuat Xiang Qin jadi bahan tertawaan satu sekolah.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Kesialan Xiang Qin hari itu belum berakhir. Rumahnya yang baru selesai dibangun rubuh karena gempa. Konyolnya, rumah tetangganya masih pada tegak semua. Rumah dia aja yang rubuh karena cara membangunnya gak beres. Kekonyolan ini membuat tv lokal meliputnya dan beritanya kebetulan ditonton oleh Ah Li, sahabat ayah Xiang Qin sewaktu SMU.

Ah Li pun kemudian menawarkan Xiang Qin dan ayahnya untuk tinggal di rumahnya. Dan betapa kaget sekaligus senangnya Xiang Qin sewaktu tahu bahwa Ah Li ini ternyata ayahnya Zhi Shu. Otomatis, dia bakal serumah dengan Zhi Shu.

Sejak itu, didukung oleh ibunya Zhi Shu yang pengen banget punya anak perempuan kayak Xiang Qin, dimulailah usaha Xiang Qin untuk mengejar dan mendapatkan cinta Zhi Shu. Jelas ini bukan perjuangan yang mudah. Hambatan didapatkan dari Ah Jin, sahabat Xiang Qin yang juga naksir Xiang Qin sejak kelas 1 SMU dan gak menyerah mengejar Xiang Qin walopun udah jelas ditolak Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket. Cewek - cewek lain yang juga naksir dan ngejar Zhi Shu. Dan terutama Zhi Shu sendiri, yang cuek aja dengan usaha Xiang Qin.

Sampai suatu ketika, perusahaan ayah Zhi Shu bermasalah dan beliau terkena serangan jantung. Zhi Shu pun menggantikan ayahnya untuk sementara. Dan demi menyelamatkan perusahaan, terpaksa menerima nasib dijodohkan dengan gadis bernama Hui Lan. Saat tahu apa yang terjadi, Xiang Qin yang patah hati akhirnya menerima Ah Jin, yang telah lama mencintainya, sebagai kekasih. Bahkan, pemuda itu dengan terang-terangan langsung melamar Xiang Qin. Di saat yang sama, kabar tersebut akhirnya terdengar oleh Zhi Shu, yang langsung gelisah dan mulai merasa kehilangan.

Yup...Cerita di film ini emang intinya itu doang. Tentang seorang cewek yang mati - matian ngejar cinta seorang cowok. kedengarannya shallow banget ya? Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Tapi menarik melihat usaha Xiang Qin yang gak kenal lelah itu. Juga menarik melihat perkembangan chemistry antara Zhi Shu dan Xiang Qin. Zhi Shu yang tadinya cuek abis dengan keberadaan Xiang Qin, perlahan menunjukkan perhatiannya. Hanya dengan satu kalimat dari Xiang Qin, Zhi Shu yang tadinya mau masuk fakultas ekonomi, rela ganti haluan masuk ke fakultas kedokteran. Dia yang selalu dingin dan tanpa ekspresi, di depan Xiang Qin bisa tersenyum, marah bahkan tertawa. Hui Lan (cewek yang ditunangkan dengan Zhi Shu) bahkan berkata hanya di depan Xiang Qin, Zhi Shu tampak manusiawi, suatu fakta yang gak disadari Xiang Qin dan bahkan baru belakangan disadari oleh Zhi Shu.


Sejujurnya, saya gak terlalu suka dengan karakter cewek seperti Xiang Qin yang kekanakan, polos dan (agak) bodoh. Buat saya, karakter seperti inilah yang menyebabkan booming-nya dumb girl syndrome (tau dong ya maksud saya? Dulu itu sempat mewabah banget deh cewek - cewek bergaya manja, kekanakan dan (sok) polos biar kelihatan cute depan cowok. Thanks God, trend itu sudah lewat). Tapi Xiang Qin punya kelebihan pada sifatnya yang selalu berusaha keras mengejar mimpinya (walopun menurut saya mimpinya silly sih Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket). Ketulusan dan keceriaannya juga gak dibuat - buat. Membuat kita tahu bahwa Xiang Qin memang sepolos itu dan sebodoh itu (^-^). Gak dibuat - buat seperti cewek - cewek korban dumb girl syndrome itu (hehehe....kok kayaknya saya sewot banget ya?). Dan artinya, salut mesti diberikan pada Ariel Lin yang udah sukses membawakan karakter Yuan Xiang Qin.

Joe Cheng juga cocok berperan sebagai Jiang Zhi Shu. Wajahnya yang ganteng namun dingin itu sesuai dengan deskripsi Jiang Zhi Shu versi komik. Jiro Wang yang berperan sebagai Ah Jin juga bermain dengan baik, walopun sejujurnya saya gak suka sama Jiro Wang :hehe. Cast lain juga pas kok, pengecualian pada *** yang berperan sebagai Ah Cai (ayahnya Xiang Qin). Dalam komiknya, Ah Cai adalah seorang ayah yang ceroboh, slengean tapi sayang banget sama Xiang Qin. Sementara di drama, chemistry ayah dan anak antara *** dengan Ariel Lin kurang terlihat.

Dari segi alur cerita, memang sempat kerasa draggy di awal - awal episode. Bahkan saya pun sempat postpone nonton drama ini setelah episode 3 karena bosan dan beralih pada tontonan lain. Tapi lama kelamaan menarik juga melihat usaha Xiang Qin. Apalagi setelah konflik makin bertambah dan chemistry antara Ariel Lin dan Joe Cheng semakin bagus. Membuat penonton (saya dan teman - teman maksudnya Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket) penasaran untuk melihat endingnya.

So....menurut saya sih It Started With A Kiss worth to watch.

Quote of the movie :
Loving someone who doesn't love you back is much more painful and lonesome than not being able to find someone you love
-Yuan Xiang Qin-

They Kiss Again

TKA

They Kiss Again (TKA) memang sekuel dari It Started With A Kiss (ISWAK) yang ditayangkan 2 tahun setelahnya namun masih dengan cast yang sama. ISWAK dan TKA merupakan adaptasi dari manga (komik) Itazura Na Kiss karya Tada Kaoru. Manga ini juga pernah diadaptasi menjadi versi dorama (drama jepang) di negara aslinya. Comic Production yang membuat versi drama Taiwannya, memutuskan untuk mengikuti ceritanya persis manganya. Bahkan hingga endingnya pun sama (oke...saya gak akan spoiler bagaimana ending TKA disini. Itu adalah sesuatu yang harus anda nonton sendiri Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket).

They Kiss Again menceritakan tentang marriage life-nya Zhi Shu dan Xiang Qin. Gimana cara mereka mengatasi perbedaan - perbedaan ada, gimana Xiang Qin berusaha menghalau cewek - cewek lain yang masih aja mengejar Zhi Shu, gimana Xiang Qin berusaha mempertahankan percaya dirinya karena menurut anggapan orang - orang, Xiang Qin gak ada pantas - pantasnya untuk Zhi Shu. Ditambah dengan side story kisah cinta Ah Jin (yang akhirnya mendapatkan happy endingnya sendiri) dan Yu Shu, adik Zhi Shu yang punya sifat mirip dengan Zhi Shu dan ditaksir oleh cewek yang sifatnya mirip Xiang Qin Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket. Selain itu juga, menceritakan usaha Xiang Qin yang ingin jadi perawat agar selalu bisa membantu Zhi Shu. Bisa dibayangkan gimana hebohnya orang seperti Xiang Qin mau jadi perawat? (^o^)

Berbeda dengan ISWAK yang mempunyai benang merah dari episode pertama hingga akhir, TKA tampak seperti drama yang gak ada intinya. Gak ada benang merah penghubungnya! Jadi selesai 1 masalah, bakal timbul masalah berikutnya. Begitu terus sampai episode akhir. Akting para pemainnya pun (selain mereka yang sudah berperan di ISWAK) terasa kaku. Belum lagi alur ceritanya yang terkadang draggy karena kebanyakan dialog yang gak penting. Rasanya seperti nonton reality show tentang newlyweds dimana kemesraan antara 2 tokoh utamanya tampak real (namanya juga pengantin baru) sementara akting pemain lain kaku (kagok sama kamera ceritanya).Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

TAPI...

They Kiss Again punya nilai plus (dan ini benar - benar nilai plus yang gak bisa diremehkan) pada chemistry antara Ariel Lin dan Joe Cheng yang makin bagus aja. Bravo untuk Joe Cheng. Aktingnya meningkat pesat dibandingkan It started With A Kiss. Karakter Zhi shu itu kan dingin dan cuek serta gak suka mengutarakan perasaannya dengan kata - kata. Jadi rasa cintanya ke Xiang Qin tergambarkan lewat tatapan matanya saat memandang Xiang Qin, ekspresi wajah dan caranya tersenyum pada Xiang Qin, berbagai elusan maupun pelukannya bahkan saat dia memarahi Xiang Qin karena mengkhawatirkannya. Dan Joe Cheng sukses banget menunjukkannya. Kalo gak tau, saya bisa percaya klo mereka memang pasangan beneran di dunia nyata Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket.

Oh ya, ada 1 adegan yang paling berkesan untuk saya, yaitu saat Zhi Shu cemburu pada Qi Tai, teman kuliah Xiang Qin. Ternyata orang sejenius Zhi Shu pun gak tahu yang namanya cemburu itu kayak apa. So...tanpa sadar klo dia cemburu, dia malah marah - marah dan melampiaskan emosinya ke Xiang Qin membuat Xiang Qin bingung dan sedih karena gak tahu salahnya dimana (poor her) ;p. Ah Jin lah yang menyadarkan Zhi Shu akan kesalahannya. Dan untuk pertama kalinya, Zhi Shu terang - terangan mengakui perasaannya pada Xiang Qin di depan orang banyak (walopun masih dengan gaya cool-nya Zhi ShU) Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket.

Nilai plus lain adalah Joe Cheng yang tampak jauh lebih ganteng di sini dibandingkan waktu di It Started With A Kiss. Dia terlihat lebih dewasa dan serius dengan potongan rambut pendeknya. Syukur deh dia dapat hidayah juga untuk potong rambutnya.Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Hmm...jadi nilai plus nya They Kiss Again semua karena Joe Cheng dong?
Errr...iya sih. Kayaknya emang gitu Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Kesimpulannya, menurut saya They Kiss Again adalah drama yang layak untuk ditonton (apalagi klo anda sudah menonton It Started With A Kiss) namun mengingat draggy-nya serta ketiadaan benang merahnya, maka gak perlu lah ditonton dengan sistem kebut semalam, cukup nonton 2-3 episode per hari. Karena klo anda maksa nonton ngebut, bisa - bisa anda bosan dan ketiduran (yah....seenggaknya itu yang terjadi pada saya Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket).

So...mempertimbangkan point - point di atas, 3 bintang layaklah untuk They Kiss Again Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Quote of the movie :
It didn't matter whether it was jealousy, pain or deep sadness, these kinds of confusing human emotion were something I have never experienced.
After meeting Xiang Qin, when she showed up in front of me, these hidden emotions I have had came out. I didn't know what to do and I was confused, anxious.
A guy like you has way too much passion & embarassing emotions. So you don't need Xiang Qin to distract you. The person who needs Xiang Qin is me. Only when Xiang Qin is by my side, can I be the real me.
-Jiang Zhi Shu-